KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — PT Rivindi Artha Mandiri, selaku distributor utama Griffin Group International Pte Ltd asal Singapura, memperkuat dukungannya terhadap industri pertambangan Indonesia dengan menghadirkan solusi filtrasi bahan bakar Griffin Filtration dalam Mining Indonesia Expo 2026.
Pameran industri pertambangan tersebut berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada hari pertama pameran, Rabu (9/9/2026), Direktur Utama PT Rivindi Artha Mandiri, Eddie Irawan Wiranto, menjelaskan pentingnya teknologi filtrasi bahan bakar di tengah meningkatnya penggunaan biodiesel di Indonesia.
Menurut Eddie, implementasi biodiesel dengan kadar campuran yang semakin tinggi menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan yang mengoperasikan mesin, alat berat, genset maupun kapal.
“Sekarang program pemerintah sudah masuk ke B50. Dengan komposisi biodiesel yang semakin tinggi, tantangan di lapangan juga semakin besar, terutama terkait air dan partikel yang terdapat di dalam bahan bakar,” ujar Eddie saat wawancara dengan awak media di booth Griffin pada Mining Indonesia Expo 2026.
Ia menjelaskan, bahan bakar yang mengandung air maupun partikel tertentu dapat menimbulkan persoalan apabila langsung masuk ke sistem pembakaran mesin. Karena itu, proses pemisahan kontaminan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kualitas bahan bakar sebelum digunakan.
“Di dalam B50 bisa terdapat air dan partikel. Kalau masuk ke mesin, tentunya bisa berpengaruh terhadap komponen dan proses pembakaran. Salah satu solusinya adalah menggunakan sistem filtrasi,” jelasnya.
Griffin Hadir di Indonesia Sejak 2017
Eddie mengatakan PT Rivindi Artha Mandiri telah membawa produk Griffin ke pasar Indonesia sejak 2017. Produk Griffin kemudian berkembang dan digunakan oleh pelanggan dari berbagai sektor, termasuk pertambangan dan pelabuhan.
“Produk Griffin kami bawa ke Indonesia sejak 2017 dan sudah cukup banyak beredar di pasaran, terutama di sektor mining dan pelabuhan,” ungkap Eddie.
Griffin Filtration sendiri menyediakan solusi fuel filter, water separator dan fuel purification untuk berbagai aplikasi, termasuk mining, heavy equipment, marine, automotive, power generation dan fuel storage.
Melalui PT Rivindi Artha Mandiri, produk Griffin diperkenalkan kepada pasar Indonesia dengan fokus pada kebutuhan perusahaan yang menghadapi tantangan kualitas bahan bakar dalam kegiatan operasional.
B50 Membutuhkan Solusi Filtrasi Lebih Komprehensif
Menurut Eddie, peningkatan kadar biodiesel membuat kebutuhan terhadap sistem filtrasi tidak cukup hanya mengandalkan satu tahap penyaringan.
Perubahan karakteristik bahan bakar dan potensi meningkatnya kandungan air maupun kontaminan membuat proses pengelolaan fuel perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.
“Dari B20 sampai B50 tantangannya semakin tinggi. Kandungan air dan tingkat kejenuhan solar juga menjadi perhatian. Karena itu, tidak cukup hanya satu kali penyaringan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Griffin memperkenalkan sistem yang dapat melakukan filtrasi sejak bahan bakar berada di tangki penyimpanan.
Sistem Fuel Polishing dari Tangki hingga Mesin
Salah satu solusi yang menjadi perhatian dalam Mining Indonesia 2026 adalah sistem fuel filtration dan fuel polishing Griffin.
Eddie menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan bahan bakar yang berada di tangki penyimpanan terlebih dahulu melalui proses penyaringan dan pembersihan sebelum dialirkan menuju mesin.
“Jadi mulai dari tangki penyimpanan, fuel sudah disaring dan dibersihkan terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke sistem filtrasi yang ada di mesin. Keunggulannya ada di situ,” jelasnya.
Konsep fuel polishing tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kualitas bahan bakar yang disimpan dalam tangki, terutama pada perusahaan yang membutuhkan pasokan fuel dalam jumlah besar untuk operasional alat berat dan mesin industri.
Sistem Griffin juga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, antara lain pertambangan, kapal, genset, data center dan kebutuhan fuel storage lainnya.
Teknologi MICROBLOC untuk Pemisahan Air dan Kontaminan
Griffin Filtration mengembangkan teknologi MICROBLOC® yang dirancang untuk membantu memisahkan air serta kontaminan dari bahan bakar.
Teknologi tersebut menggunakan beberapa tahapan proses filtrasi, termasuk centrifugal stage, coalescing stage dan micro-action filtration untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih bersih.
Griffin menyebut teknologi MICROBLOC® memiliki kemampuan pemisahan air hingga 99,8 persen dalam kondisi pengujian tertentu.
Menurut Eddie, kemampuan memisahkan air dan partikel menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan biodiesel di sektor industri.
“Biodiesel itu kondisinya bisa berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kami sudah mencoba dari B20 sampai B50 dan memang banyak tantangan, tetapi sejauh ini cukup berhasil,” ujarnya.
13 Produk Ditampilkan di Mining Indonesia 2026
Dalam keikutsertaannya pada Mining Indonesia Expo 2026, PT Rivindi Artha Mandiri bersama Griffin menampilkan sejumlah produk dan solusi yang berkaitan dengan kebutuhan filtrasi bahan bakar.
Eddie mengatakan produk yang ditampilkan tahun ini lebih banyak diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri yang menggunakan biodiesel.
“Ada beberapa produk yang kami tampilkan, terutama yang berkaitan dengan biodiesel. Ada juga produk tambahan yang memang bukan produk baru, tetapi bisa diaplikasikan untuk kebutuhan biodiesel,” katanya.
Selain produk filter dan water separator, perhatian juga diberikan terhadap sistem filtrasi yang mampu menangani fuel sejak dari tangki penyimpanan.
Menurut Eddie, solusi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mining mengantisipasi persoalan bahan bakar sebelum fuel digunakan pada mesin.
Perluas Pasar di Sektor Mining
Mining Indonesia Expo 2026 menjadi momentum bagi PT Rivindi Artha Mandiri untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan pertambangan sekaligus memperluas penggunaan teknologi Griffin di Indonesia.
Eddie mengatakan perusahaan sebelumnya telah mengikuti berbagai pameran industri dan kembali berpartisipasi dalam Mining Indonesia untuk memperkenalkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan sektor mining.
“Kami ingin kembali hadir untuk membantu pelaku industri yang menggunakan bahan bakar, mulai dari sektor mining sampai perkapalan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap teknologi filtrasi juga tidak hanya berasal dari pertambangan. Sektor pelabuhan, marine, data center, genset dan berbagai industri yang menggunakan mesin diesel memiliki kebutuhan serupa dalam menjaga kualitas fuel.
Harapkan Program Biodiesel Berjalan Stabil
Eddie berharap kebijakan pemerintah mengenai biodiesel dapat berjalan secara konsisten sehingga pelaku industri memiliki kepastian dalam mempersiapkan teknologi dan sistem pendukung.
“Harapannya program biodiesel tetap stabil. Tetapi di sisi lain, kualitas bahan bakar juga perlu diperhatikan supaya pelaku usaha tidak mengalami masalah pada mesin-mesin mereka,” katanya.
Menurut Eddie, perkembangan dari B20 menuju B50 dan kemungkinan peningkatan kadar biodiesel di masa mendatang membutuhkan kesiapan teknologi filtrasi.
Karena itu, PT Rivindi Artha Mandiri bersama Griffin terus mempersiapkan solusi yang dapat digunakan untuk menghadapi perkembangan tersebut.
Menuju Era Biodiesel dengan Kadar Lebih Tinggi
Eddie mengatakan Griffin tidak hanya mempersiapkan solusi untuk kebutuhan B50 saat ini, tetapi juga melihat perkembangan penggunaan biodiesel dengan kadar yang lebih tinggi pada masa mendatang.
“Kami sudah menghadapi B20 sampai B50. Ke depan tentu tantangannya akan semakin besar. Karena itu sistem filtrasi perlu dipersiapkan untuk mengikuti perkembangan biodiesel,” tuturnya.
Dengan pengalaman Griffin dalam teknologi filtrasi bahan bakar dan dukungan PT Rivindi Artha Mandiri sebagai distributor utama di Indonesia, perusahaan optimistis dapat memberikan solusi bagi sektor mining dan industri lainnya.
Kehadiran Griffin di Mining Indonesia Expo 2026 sekaligus menjadi bentuk komitmen untuk membantu pelaku industri menjaga kualitas bahan bakar, mengurangi potensi kontaminasi serta mendukung keandalan mesin di tengah perubahan penggunaan bahan bakar menuju biodiesel dengan kadar yang semakin tinggi.

