KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Griffin Group International Pte Ltd memperkenalkan solusi terbaru sistem filtrasi bahan bakar melalui brand Griffin Filtration dalam ajang Mining Indonesia Expo 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Kehadiran Griffin pada hari pertama pameran, Rabu (9/9/2026), menjadi momentum untuk memperkenalkan teknologi filtrasi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan kualitas bahan bakar, khususnya di tengah penggunaan biodiesel yang semakin meningkat di Indonesia.
Co-Founder & Global Marketing Director Griffin Group International Pte Ltd, Mei Reading, mengatakan perkembangan penggunaan biodiesel menjadi salah satu perhatian utama Griffin dalam mengembangkan solusi filtrasi untuk pasar Indonesia dan Asia.
Menurutnya, peningkatan penggunaan campuran biodiesel membuat kebutuhan terhadap sistem filtrasi bahan bakar yang mampu menjaga kebersihan fuel menjadi semakin penting.
“Sejak 2021 pemerintah Indonesia mulai menerapkan B30 dan secara bertahap persentasenya meningkat. Sekarang kita menghadapi B50 dan ke depan penggunaan biodiesel akan terus berkembang,” ujar Mei Reading saat ditemui awak media di booth Griffin pada Mining Indonesia Expo 2026.
Griffin melihat perubahan komposisi bahan bakar tersebut bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk mengembangkan solusi yang mampu membantu pengguna menjaga kualitas bahan bakar sebelum masuk ke mesin.
Mei mengatakan Griffin telah melakukan pengujian penggunaan biodiesel dengan konsentrasi tinggi, termasuk B100, dalam aplikasi tertentu di luar Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar perusahaan dalam mempersiapkan teknologi untuk menghadapi perkembangan bahan bakar di masa mendatang.
“Kami percaya Griffin mampu memberikan solusi yang baik untuk penggunaan biodiesel, termasuk untuk menghadapi perkembangan menuju B100,” katanya.
GFLS, Solusi Fuel Filtration untuk Industri
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian utama Griffin di Mining Indonesia 2026 adalah Griffin Fuel Liquid System atau sistem GFLS yang dikembangkan untuk melakukan filtrasi dan pemurnian bahan bakar.
Menurut Mei, sistem tersebut dapat dikembangkan dengan konfigurasi yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kapasitas aliran bahan bakar.
Sistem GFLS yang ditampilkan Griffin memiliki rentang kapasitas hingga 50.000 liter per jam, dengan konfigurasi yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pelanggan.
“Flow rate-nya mulai dari sekitar 3.000 sampai 50.000 liter per jam. Sistemnya juga bisa dikustomisasi untuk kebutuhan proyek yang berbeda,” jelas Mei.
Selain digunakan untuk kebutuhan fuel tank, sistem tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan yang membutuhkan pengelolaan dan pemurnian bahan bakar, termasuk kapal, data center, genset dan sektor industri lainnya.
Griffin juga menawarkan konfigurasi sistem yang dapat disesuaikan, mulai dari sistem dengan satu unit hingga konfigurasi multi-unit berdasarkan kebutuhan flow rate dan aplikasi pelanggan.
Teknologi MICROBLOC Jadi Keunggulan Griffin
Solusi filtrasi Griffin didukung teknologi MICROBLOC®, teknologi proprietary yang dikembangkan Griffin untuk sistem fuel filtration.
Berdasarkan informasi resmi Griffin, elemen filtrasi MICROBLOC® telah melalui pengujian dengan efektivitas hingga 99,8 persen dalam memisahkan air dari bahan bakar serta mampu menghilangkan kontaminan padat berukuran hingga dua mikron.
Griffin menjelaskan teknologi tersebut dikembangkan dari pengalaman panjang perusahaan dalam bidang pemurnian bahan bakar dan filtrasi. Griffin juga memproduksi sistem filtrasi proprietary serta sejumlah produk OEM/OES di fasilitas manufakturnya sendiri.
Teknologi filtrasi tersebut digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk marine, mining, machinery, automotive, power generation dan fuel storage.
Untuk sistem GFLS5000, misalnya, Griffin mencantumkan kapasitas aliran sebesar 5.000 liter per jam dengan media filtrasi untuk diesel. Produk tersebut menggunakan housing stainless steel dan dirancang sebagai bagian dari sistem filtrasi bahan bakar Griffin.
Jaga Kualitas Fuel untuk Performa Mesin
Mei menjelaskan bahwa kualitas bahan bakar dapat berbeda meskipun menggunakan jenis biodiesel dengan spesifikasi yang sama. Karena itu, kondisi fuel di dalam tank menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh pengguna alat berat dan mesin industri.
Griffin menampilkan perbandingan kondisi bahan bakar sebelum dan sesudah melalui proses filtrasi untuk menunjukkan bagaimana kontaminan dan kotoran dapat dipisahkan dari fuel.
“Bahkan B50 pun bisa memiliki kualitas yang berbeda. Karena itu kita perlu melihat kondisi fuel di dalam tank dan bagaimana sistem filtrasi dapat membantu membersihkannya,” ujar Mei.
Menurutnya, menjaga kebersihan bahan bakar menjadi semakin penting ketika mesin digunakan untuk operasional dengan tuntutan tinggi seperti pertambangan, marine, genset maupun industri lainnya.
Griffin sendiri menyebut sistem filtrasi laboratorium yang dikembangkannya dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, menekan biaya perawatan serta memperpanjang usia mesin.
Perluas Pasar Mining Indonesia
Mining Indonesia Expo 2026 juga menjadi momentum Griffin untuk memperkuat pasar Indonesia, khususnya sektor pertambangan.
Mei mengatakan setelah memperkenalkan produk pada pameran tersebut, Griffin telah mendapatkan respons dan pesanan dari sejumlah sektor, termasuk shipyard, pemilik kapal, data center dan industri pertambangan.
“Kami sudah mendapatkan banyak order dari shipyard, ship owner, data center dan juga industri mining,” ungkapnya.
Untuk pasar Indonesia, Griffin bekerja sama dengan distributor PT. Rivindi Artha Mandiri serta memiliki perwakilan yang berbasis di Batam. Tim tersebut melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Indonesia bersama distributor PT. Rivindi Artha Mandiri untuk memberikan dukungan kepada pelanggan.
“Kami bekerja sama dengan distributor PT. Rivindi Artha Mandiri dan juga mempunyai representative di Indonesia yang berbasis di Batam. Bersama distributor PT. Rivindi Artha Mandiri, kami fokus untuk lebih banyak masuk ke industri mining,” jelas Mei.
Bidik Solusi Biodiesel hingga B100
Griffin melihat perkembangan penggunaan biodiesel di Indonesia sebagai tren jangka panjang yang membutuhkan kesiapan teknologi filtrasi.
Mei mengatakan perusahaan tidak hanya mempersiapkan solusi untuk kondisi B50, tetapi juga melihat kemungkinan perkembangan ke B55, B60 hingga penggunaan B100 di masa depan.
“Kami ingin membantu industri mining menghadapi biodiesel, bukan hanya B50. Kami juga mempersiapkan solusi untuk B55, B60 dan seterusnya hingga B100,” katanya.
Menurut Mei, pengembangan teknologi tersebut akan dilakukan bersama pelanggan dan distributor PT. Rivindi Artha Mandiri dengan memahami kebutuhan aktual di lapangan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Griffin untuk bekerja bersama customer dan distributor PT. Rivindi Artha Mandiri guna menemukan solusi filtrasi yang paling sesuai dengan kondisi bahan bakar dan aplikasi masing-masing.
Griffin memiliki visi “Empowering a greener environment worldwide by reducing pollution and saving energy” serta misi mengedukasi stakeholder mengenai teknologi filter yang lebih baik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan aman.
Dengan pengalaman panjang dalam teknologi filtrasi, manufaktur produk sendiri, teknologi MICROBLOC® serta pengembangan sistem fuel filtration yang dapat dikustomisasi, Griffin Group International terus memperluas solusi untuk industri mining, marine, power generation dan berbagai sektor yang menggunakan mesin berbahan bakar diesel.
Melalui kehadiran di Mining Indonesia Expo 2026, Griffin menegaskan komitmennya untuk membantu industri menghadapi perubahan penggunaan bahan bakar, sekaligus mempersiapkan teknologi filtrasi untuk era biodiesel dengan kadar yang semakin tinggi.

