Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Bobby Lianto Tegaskan PSMTI Harus Semakin Kuat dan Berdampak bagi Indonesia

Posted on 6 September 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Umum Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA., menegaskan pentingnya memperkuat organisasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) agar semakin luas menjangkau masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Hal itu disampaikan Bobby saat ditemui awak media di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI di Jakarta, Sabtu malam, 5 September 2026.

Bobby yang di periode sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum PSMTI Pusat Bidang Usaha dan Ekonomi Kreatif menyambut positif pelaksanaan Munas VIII yang berlangsung dengan baik hingga menghasilkan kepemimpinan baru. Wilianto Tanta terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026–2030.

“Bagi saya, Munas VIII ini merupakan momentum yang sangat baik. Kita bersyukur seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan untuk periode berikutnya,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, keberadaan PSMTI memiliki arti penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia. Organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah sosial, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar berorganisasi, membangun kebersamaan dan meningkatkan kontribusi kepada Tanah Air.

“Kita sebagai warga negara Indonesia keturunan Tionghoa harus terus belajar bagaimana berorganisasi dengan baik, membangun kebersamaan dan memberikan kontribusi bagi Indonesia, karena Indonesia adalah tanah air kita,” tegasnya.

Bobby yang berasal dari Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan semangat kebangsaan menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat dalam perjalanan PSMTI ke depan.

Ia berharap PSMTI Pusat dapat semakin aktif menjangkau berbagai paguyuban sosial marga Tionghoa serta masyarakat Tionghoa di seluruh Indonesia.

“PSMTI Indonesia Pusat harus terus menjangkau paguyuban-paguyuban sosial marga Tionghoa dan masyarakat Tionghoa yang ada di seluruh Indonesia. Ini penting agar organisasi semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ketua KNPI Intan Jaya Serukan Pendekatan Humanis dalam Menjaga Keamanan dan Keadilan di Intan Jaya

Salah satu perhatian Bobby adalah penguatan organisasi di tingkat daerah, termasuk di NTT. Ia menyebut saat ini sudah terdapat delapan kepengurusan PSMTI tingkat kabupaten di NTT. Namun, masih terdapat sejumlah kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depan. Kita akan terus mendorong agar daerah-daerah yang belum memiliki kepengurusan PSMTI dapat segera terbentuk,” jelas Bobby.

Menurutnya, semakin kuat struktur organisasi di daerah, semakin besar pula peluang PSMTI untuk hadir langsung di tengah masyarakat serta membangun komunikasi dan persaudaraan yang lebih luas.

Bobby pun menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan Wilianto Tanta untuk periode 2026–2030. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa PSMTI semakin dikenal dan memberikan dampak yang lebih besar.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Wilianto Tanta, PSMTI semakin dikenal, semakin sukses dan semakin besar kontribusinya untuk bangsa dan negara,” tuturnya.

Lebih dari itu, Bobby menekankan pentingnya peran PSMTI dalam memperkuat pembauran masyarakat. Menurutnya, masyarakat keturunan Tionghoa merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan membangun negeri.

“Yang paling penting adalah pembauran masyarakat. Kita adalah warga negara Indonesia yang mencintai Indonesia. Karena itu, persatuan, kebersamaan dan kecintaan kepada Tanah Air harus terus kita jaga,” tegasnya.

Bobby optimistis kepemimpinan PSMTI periode 2026–2030 dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan hingga daerah dan meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan PSMTI ke depan semakin solid, semakin besar dan semakin memberikan dampak positif bagi Indonesia,” pungkasnya.

Pos Terbaru

  • Reksadana Pasar Uang di Makmur dengan Tiga Pilihan Imbal Hasil Sejak Awal Tahun di Atas 3%
  • POLA Summit ke-36 Dibuka Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan dan Prim Haryadi Bahas Reformasi Hukum Pidana Indonesia
  • Yusril Ihza Mahendra di POLA Summit ke-36: Reformasi Hukum Pidana Indonesia Harus Perkuat Keadilan dan Kepercayaan Publik
  • Prim Haryadi : Pembaruan Hukum Pidana Indonesia Harus Seimbangkan Kepastian Hukum, Keadilan dan Kemanusiaan
  • PERADI Jadi Tuan Rumah POLA Summit ke-36 di Jakarta, Otto Hasibuan Dorong Penguatan Kerja Sama Advokat Asia
  • Henry Yotania Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Dorong Bisnis Digital Berdampak bagi Masyarakat
  • Bonar P. Krisnanto Bukan Wantimpres RI, KOMPASINDO.CO.ID Luruskan Istilah “Wantimpres Presiden DPN”
  • PIMA Indonesia Dukung HUT ke-81 TNI AL, Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Muara Angke
  • Bobby Lianto Tegaskan PSMTI Harus Semakin Kuat dan Berdampak bagi Indonesia
  • Dwi Windyarto Bangga, Vitri Ayu Sartikaningrum Genap 47 Tahun dan Dipercaya Pimpin PT Graha Baruna Utama
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme