KOMPASINDO.CO.ID, INTAN JAYA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Marius Jagani, S.Sos., menyerukan pentingnya pendekatan keamanan yang lebih humanis dan berkeadilan di wilayah Intan Jaya, menyusul sejumlah peristiwa yang menimbulkan keresahan masyarakat sipil sekitar 15 nyawa korban dikampung Soanggama distrik hitadipa pada tgl 15 Oktober 2025
Dalam pernyataannya kepada awak media pada Jumat (17/10/2025) malam, Marius menyampaikan keprihatinannya atas situasi keamanan yang terjadi di sejumlah kampung di Kabupaten Intan Jaya. Ia menegaskan bahwa pendekatan kekerasan bukanlah jalan keluar, melainkan dialog dan kedekatan sosial antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban dan stabilitas daerah.
Marius menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di sekitar kita di Kabupaten Intan Jaya perlu disikapi dengan hati dan iman. Masyarakat kita adalah masyarakat sipil yang cinta damai. Di antara mereka ada ibu hamil, anak-anak sekolah, dan petani yang setiap hari hanya ingin hidup tenang. Oleh karena itu, saya meminta agar setiap langkah keamanan dilakukan dengan cara yang humanis,” ujarnya.
Marius menekankan bahwa kehadiran aparat keamanan, baik dari unsur organik maupun non-organik, hendaknya tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, agar masyarakat tidak merasa terancam di tanah mereka sendiri. Ia mengingatkan bahwa seluruh elemen bangsa, baik warga asli Papua maupun pendatang, memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Saya memahami pentingnya menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Namun, pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra adalah kunci. Aparat yang datang ke setiap kampung sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh pemuda, dan tokoh adat agar hubungan antar pihak berjalan baik dan saling menghormati,” tambahnya.
Marius juga menyoroti bahwa kejadian pada 15 Oktober 2025 yang melibatkan korban dari kalangan masyarakat sipil harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ia mengungkapkan rasa duka mendalam dan menyerukan agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat salah langkah dalam penanganan keamanan.
“Kami dari KNPI Intan Jaya sangat prihatin. Kebanyakan korban yang jatuh adalah masyarakat sipil yang tidak tahu menahu, bahkan ibu-ibu dan anak-anak. Ini menyedihkan dan harus menjadi perhatian bersama. Negara wajib hadir melindungi seluruh rakyatnya, tanpa membeda-bedakan asal usul,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Marius juga menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan aparat keamanan. Ia berharap ke depan tercipta ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan antara seluruh elemen, sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Keamanan sejati lahir dari keadilan dan rasa saling percaya. Pemuda siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan. Kami percaya bahwa dengan kasih dan pendekatan yang damai, Intan Jaya akan menjadi tanah yang aman, produktif, dan diberkati,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan, Marius mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk terus menjaga kedamaian dan memperkuat solidaritas, seraya berharap pemerintah pusat menaruh perhatian lebih besar terhadap aspek kemanusiaan dan kesejahteraan warga di Intan Jaya.

