KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) memasuki babak baru setelah H. Askan Naim, S.Sos., M.H. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum HIKMU periode 2026–2031 dalam acara pelantikan dan pengukuhan yang berlangsung di BRIN Thamrin, Jakarta, lantai 4, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “HIKMU Bangkit Menuju Perubahan” dan semangat “Marimoi Ngone Futuru”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan. Momentum ini menjadi ruang konsolidasi keluarga besar Maluku Utara untuk memperkuat persaudaraan, menjaga identitas budaya, memperluas jejaring diaspora serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Maluku Utara.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat sekaligus hangat. Para tokoh adat, pejabat pemerintahan, sesepuh, pembina, profesional, pengusaha, generasi muda dan keluarga besar Maluku Utara hadir dalam satu forum yang membawa pesan kuat tentang persatuan.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Ketua Dewan Pembina HIKMU Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Sultan Jailolo Kaicil Muhammad Siddik Sjah serta Ketua Umum HIKMU H. Askan Naim, S.Sos., M.H.
Turut hadir Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Muhammad Ongen Sangadji, S.H., M.H., Ketua DPRD Maluku Utara Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.B.A., Kepala BNN Provinsi Maluku Utara Brigjen Pol. Mirzal Alwi, S.I.K., serta Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, S.Sos., yang diwakili Kesbangpol Kota Bekasi Nazarudin Latif.
Dari kalangan sesepuh dan pembina, hadir mantan Gubernur Maluku Utara dua periode Drs. H. Thaib Armayn, H. Bambang Sumitro, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara K.R.N.S. Lestari, S.Sos., M.Si., serta sejumlah tokoh masyarakat Maluku Utara.
Prosesi Pelantikan Menandai Awal Kepemimpinan Baru
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan Ketua Umum serta jajaran pengurus HIKMU periode 2026–2031.
Pengukuhan H. Askan Naim, S.Sos., M.H. menandai dimulainya kepemimpinan baru HIKMU untuk lima tahun mendatang. Amanah tersebut sekaligus membawa harapan agar organisasi mampu menjawab kebutuhan keluarga besar Maluku Utara yang hidup dan beraktivitas di berbagai wilayah, khususnya di Jakarta.
Setelah prosesi pengukuhan, perhatian para undangan tertuju pada penyerahan bendera pataka HIKMU oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos kepada H. Askan Naim.
Penyerahan pataka menjadi simbol amanah sekaligus tanggung jawab kepemimpinan. Dari momentum tersebut, HIKMU memasuki periode baru dengan tekad memperkuat organisasi dan menghadirkan program yang lebih konkret.
Sultan Jailolo Pasangkan Tuala Lipa kepada H. Askan Naim
Nuansa adat Maluku Utara menjadi salah satu bagian paling menarik dalam rangkaian pelantikan.
Sultan Jailolo Kaicil Muhammad Siddik Sjah secara langsung memasangkan tuala lipa kepada Ketua Umum HIKMU H. Askan Naim, S.Sos., M.H.
Prosesi tersebut disaksikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos bersama para tokoh dan tamu undangan.
Pemakaian tuala lipa bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga memperkuat pesan bahwa perjalanan HIKMU menuju perubahan tetap harus berpijak pada akar sejarah, adat dan kebudayaan Maluku Utara.
Bagi masyarakat Maluku Utara di perantauan, simbol-simbol adat seperti ini memiliki arti penting sebagai pengikat identitas dan hubungan emosional dengan tanah leluhur.
Farok Togolobe: Pelantikan Harus Dilanjutkan dengan Kerja Nyata
Ketua Panitia Farok Togolobe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
Kehadiran para tokoh dan keluarga besar Maluku Utara dinilai menjadi energi penting bagi perjalanan HIKMU ke depan.
Pelantikan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi titik awal untuk menjalankan agenda organisasi secara nyata, terukur dan memberikan manfaat.
Sherly Tjoanda Dorong HIKMU Menjadi Rumah Besar Diaspora
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam sambutannya berharap kepengurusan HIKMU periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan baik.
Ia mendorong HIKMU berkembang menjadi rumah besar diaspora Maluku Utara di Jakarta, bukan sekadar tempat berkumpul atau bersilaturahmi.
Menurut Sherly, organisasi dapat memainkan peran lebih luas dengan membangun jaringan pendidikan, pekerjaan, usaha dan profesional.
HIKMU, lanjutnya, dapat menjadi tempat mentoring bagi mahasiswa dan generasi muda Maluku Utara yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.
Mereka yang telah menyelesaikan pendidikan juga dapat memperoleh akses networking dan informasi pekerjaan melalui jaringan keluarga besar Maluku Utara.
Sherly menilai banyak putra-putri Maluku Utara telah mencapai keberhasilan di berbagai bidang. Mereka dapat menjadi mentor bagi generasi berikutnya yang baru datang ke Jakarta untuk mencari pendidikan, pekerjaan maupun peluang usaha.
UMKM Maluku Utara Didorong Masuk Jaringan Pasar Jakarta
Selain pendidikan dan jejaring profesional, Sherly juga menyoroti peluang pengembangan UMKM.
Produk khas Maluku Utara seperti kuliner, kain, suvenir dan berbagai produk kreatif masyarakat memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.
HIKMU diharapkan dapat menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan jaringan masyarakat Maluku Utara di Jakarta.
Dengan begitu, kegiatan organisasi tidak hanya menghasilkan pertemuan, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
H. Askan Naim: HIKMU Harus Menjadi Rumah bagi Semua
Dalam sambutannya, H. Askan Naim, S.Sos., M.H. menegaskan bahwa jabatan Ketua Umum merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Ia ingin HIKMU menjadi rumah besar bagi seluruh keluarga Maluku Utara, tanpa membedakan profesi, generasi, latar belakang maupun pandangan.
Menurutnya, perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Namun, perbedaan tidak boleh membuat persaudaraan menjadi renggang.
Karena itu, semangat “Marimoi Ngone Futuru” harus diwujudkan melalui kebersamaan dan kerja nyata.
H. Askan Naim juga menekankan pentingnya pendidikan, pengembangan ekonomi, kewirausahaan dan penguatan jaringan profesional.
Generasi muda Maluku Utara diharapkan tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mampu berkembang sebagai pencipta lapangan kerja dan pelaku pembangunan.
Ia menilai kekuatan terbesar Maluku Utara terletak pada kualitas sumber daya manusianya yang harus terus dikembangkan.
HIKMU Siap Bersinergi dengan Pemerintah
H. Askan Naim menyampaikan bahwa HIKMU siap menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Organisasi siap memberikan gagasan dan dukungan terhadap program yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, HIKMU juga siap memberikan kritik dan masukan konstruktif apabila terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, dengan tetap menjaga etika, kesantunan dan suasana kekeluargaan.
Ia menyadari bahwa menjalankan amanah sebagai Ketua Umum tidak dapat dilakukan seorang diri.
Dukungan pemerintah, akademisi, profesional, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh adat dan generasi muda diperlukan untuk membangun organisasi secara bersama-sama.
Fadli Zon Berikan Perhatian terhadap Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi bagian penting dari momentum yang juga mengangkat identitas budaya Maluku Utara.
Kekayaan sejarah, adat dan kebudayaan Maluku Utara merupakan warisan yang perlu dipelihara sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda.
Prosesi pemakaian tuala lipa oleh Sultan Jailolo kepada H. Askan Naim menjadi salah satu simbol kuat mengenai pentingnya mempertahankan akar budaya di tengah perubahan zaman.
Pengurus HIKMU Diperkenalkan
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pengurus HIKMU periode 2026–2031.
Pengenalan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal sekaligus memperkenalkan para pengurus yang akan menjalankan tugas organisasi selama lima tahun.
Masing-masing unsur kepengurusan diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif dan membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
Marimoi Ngone Futuru, Energi Menuju Masa Depan
Semangat “Marimoi Ngone Futuru” menjadi salah satu pesan penting dalam kepengurusan HIKMU yang baru.
Persatuan dipandang sebagai modal utama untuk menghadapi tantangan sekaligus membuka peluang masa depan.
Keluarga besar Maluku Utara di Jakarta memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan, pemerintahan, profesional, bisnis, teknologi dan berbagai sektor lainnya.
Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan bersama apabila dibangun melalui jaringan dan kepedulian.
Mereka yang telah memiliki pengalaman dapat membimbing generasi muda. Mereka yang telah sukses dapat membuka peluang bagi saudara lainnya. Sementara generasi muda dapat membawa energi dan gagasan baru bagi organisasi.
Diaspora sebagai Kekuatan Maluku Utara
Kepengurusan baru HIKMU juga diharapkan memperkuat hubungan antara diaspora dengan daerah asal.
Masyarakat Maluku Utara yang berada di luar daerah dapat berkontribusi melalui pengetahuan, pengalaman, jaringan, investasi, promosi produk daerah maupun berbagai kegiatan sosial.
Dengan pendekatan tersebut, diaspora bukan sekadar komunitas perantauan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan pembangunan Maluku Utara.
HIKMU dapat memainkan peran sebagai jembatan yang mempertemukan potensi tersebut.
Adat, Generasi Muda dan Masa Depan
Pelantikan HIKMU memperlihatkan bahwa perubahan organisasi tidak harus mengorbankan identitas budaya.
Sebaliknya, adat dapat menjadi fondasi untuk membangun karakter dan memperkuat hubungan antargenerasi.
Kehadiran Sultan Jailolo Kaicil Muhammad Siddik Sjah serta prosesi tuala lipa menjadi pengingat bahwa sejarah dan budaya tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara.
Generasi muda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut. Mereka diharapkan mengenal sejarah, memahami budaya dan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lima Tahun Kepengurusan HIKMU
Periode 2026–2031 menjadi ruang pembuktian bagi kepengurusan H. Askan Naim, S.Sos., M.H.
Tema “HIKMU Bangkit Menuju Perubahan” harus diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan manfaatnya.
Pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, UMKM, kewirausahaan, jaringan profesional dan pembinaan generasi muda menjadi sejumlah bidang strategis yang dapat diperkuat.
Keberhasilan HIKMU nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada keluarga besar Maluku Utara.
Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Umum serta Pengurus HIKMU periode 2026–2031 di BRIN Thamrin Jakarta menjadi tonggak baru perjalanan organisasi masyarakat Maluku Utara di tanah rantau.
Prosesi pelantikan, penyerahan bendera pataka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos kepada H. Askan Naim, pemasangan tuala lipa oleh Sultan Jailolo Kaicil Muhammad Siddik Sjah, sambutan Ketua Panitia Farok Togolobe, sambutan Gubernur, sambutan Ketua Umum, sambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hingga pengenalan pengurus berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Di bawah kepemimpinan H. Askan Naim, S.Sos., M.H., HIKMU membawa harapan baru melalui tema “HIKMU Bangkit Menuju Perubahan” dengan semangat “Marimoi Ngone Futuru”.
Pesan yang dibawa sederhana namun kuat: persaudaraan harus menjadi kekuatan, budaya harus tetap dijaga, generasi muda harus diberi ruang, dan diaspora harus mampu memberikan manfaat bagi tanah leluhur.
Dengan semangat tersebut, HIKMU diharapkan tumbuh sebagai rumah besar yang menyatukan masyarakat Maluku Utara sekaligus menjadi jembatan antara potensi diaspora, pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan generasi muda untuk membangun masa depan Maluku Utara yang lebih maju.

