KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 6 Agustus 2026 – PT Visual Multi Matra (VMM) memanfaatkan ajang Fun Asia Expo 2026 untuk memperkuat eksistensinya sebagai perusahaan nasional yang bergerak di bidang desain, konsultasi, fabrikasi, hingga konstruksi proyek-proyek wisata tematik. Melalui keikutsertaannya di Booth No. 60 Hall D1 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, perusahaan memperkenalkan berbagai portofolio unggulan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri rekreasi dari dalam maupun luar negeri.
Direktur PT Visual Multi Matra, Wibowo mengatakan keikutsertaan perusahaan pada Fun Asia Expo tahun ini merupakan yang keempat kalinya. Menurutnya, setiap penyelenggaraan pameran selalu dimanfaatkan untuk menampilkan konsep dan karya terbaru agar calon klien dapat melihat kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi kreatif di bidang industri rekreasi.
“Setiap tahun kami selalu membawa tema yang berbeda. Tahun ini kami menampilkan karakter dan maskot untuk kebutuhan perusahaan maupun restoran. Tahun sebelumnya kami lebih banyak menampilkan karya seni untuk interior akuarium dan theme park ,Kami ingin menunjukkan bahwa kemampuan kreatifitas kami terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” kata Wibowo saat ditemui awak media di hari terakhir pameran, Kamis (6/8).
PT Visual Multi Matra sendiri telah berdiri sejak 1998 dan dikenal sebagai kontraktor spesialis interior dan exterior artwork. Perusahaan yang kusus menangani berbagai proyek mulai dari interior & exetior theme park, waterpark, playground, museum, akuarium, sculpture, landscape artwork, hingga public space dengan layanan terpadu mulai dari konsultasi desain, design development, fabrikasi, konstruksi,hingga penyelesaian proyek tematik
Selama lebih dari dua dekade, perusahaan telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek prestisius di Indonesia, di antaranya BXSEA Bintaro jaya Exchange,SKY WARLD PASKAL Bandung ,The World of Ghibli Pacific Place Jakarta, Saloka Theme Park salatiga jawatengah Pirateship Jogja Bay, Trans Studio Bandung, Trans Studio Bali ,plygroun tematik Citra City Sentul,Bumi Playpark Kota Baru Parahyangan Bandung, hingga MICKY HOLIDAY Berastagi medan ,& Beberapa interior tematik FUN WORLD dijakarta
Menurut Wibowo, pengalaman panjang tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk terus bersaing di tengah industri yang semakin kompetitif, termasuk menghadapi masuknya produk-produk luar negeri.
“Kalau melihat pameran sekarang, memang banyak peserta dari luar negeri. Namun kami ingin membuktikan bahwa perusahaan Indonesia juga mampu menghasilkan karya berkualitas. Hampir seluruh karya yang kami tampilkan merupakan hasil kreativitas dan pengerjaan tenaga lokal. Itu menjadi kebanggaan kami,” ujarnya.
Ia mengakui perkembangan industri rekreasi saat ini semakin dipengaruhi persaingan global. Meski demikian, PT Visual Multi Matra tetap konsisten mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dan kualitas pengerjaan agar mampu bersaing dengan perusahaan internasional.
“Teknologi yang kami gunakan memang terus berkembang, tetapi kekuatan utama kami ada pada kreativitas, pengalaman, dan kemampuan menghasilkan desain sesuai kebutuhan yang kekinian yang dibutuhkan oleh klien,dan pasar ,jelasnya.
Keikutsertaan dalam Fun Asia Expo 2026 juga menjadi strategi perusahaan untuk memperluas pasar. Tidak hanya menyasar proyek di Indonesia, VMM juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, pengembang, dan pelaku industri rekreasi dari berbagai negara yang hadir dalam pameran tersebut.
“Pameran ini membuka kesempatan yang jauh lebih luas. Pesertanya tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara. Karena itu kami ingin memperkenalkan kemampuan kreativitas perusahaan kepada pasar internasional,” tutur Wibowo.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Selama dua hari penyelenggaraan pameran, PT Visual Multi Matra telah menerima sejumlah permintaan kerja sama dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah selama pameran kami sudah bertemu beberapa calon klien. Ada yang langsung meminta kami menangani proyeknya, termasuk calon mitra dari luar pulau ,dan beberapa daerah lainnya. Ini menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan terhadap kontraktor spesialisasi artwork di bidang theme park, waterpark, museum, dan artwork masih terus meningkat,” ungkapnya.
Selain memperluas jaringan bisnis, Wibowo berharap penyelenggaraan Fun Asia Expo terus berkembang sebagai wadah bertemunya pelaku industri rekreasi nasional dan internasional. Menurutnya, semakin banyak proyek yang tercipta akan berdampak pada tumbuhnya lapangan pekerjaan, khususnya bagi tenaga kerja di bidang seni(artwork ),desain, dan konstruksi tematik.
“Kami berharap industri ini semakin maju sehingga membuka lebih banyak kesempatan kerja. Bidang yang kami geluti memang sangat spesifik, tetapi potensinya sangat besar karena kebutuhan akan destinasi wisata, taman bermain, museum, hingga ruang publik kreatif terus meningkat. Kami ingin terus menjadi bagian dari pembangunan industri rekreasi Indonesia dengan mengedepankan kwalitas karya anak bangsa,” pungkas Wibowo.

