KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta – PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menunjukkan perbaikan fundamental bisnis pada paruh pertama 2026. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan gula dan perkebunan tebu tersebut berhasil mencatat lonjakan pendapatan hingga 121,5 persen secara tahunan, sekaligus membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba bersih pada semester I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, penjualan bersih perseroan meningkat menjadi Rp144,3 miliar dibandingkan Rp65,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya volume perdagangan gula serta penjualan produk turunan sektor pertanian yang menjadi lini usaha utama perusahaan.
Meningkatnya aktivitas bisnis turut mendorong kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp135,9 miliar. Namun, pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi membuat laba bruto tetap meningkat signifikan menjadi Rp8,35 miliar atau tumbuh sekitar 74,7 persen dibandingkan semester I 2025.
Dari sisi operasional, perusahaan juga mampu menjaga efisiensi biaya. Total beban usaha hanya naik sekitar 8,54 persen menjadi Rp2,58 miliar. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap laba usaha yang melonjak menjadi Rp5,7 miliar, meningkat lebih dari 140 persen secara tahunan.
Meski beban keuangan mengalami kenaikan menjadi Rp5,35 miliar, PT Aman Agrindo Tbk tetap mampu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp422,2 juta. Setelah memperhitungkan pajak, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp34,8 juta, berbalik dari rugi bersih Rp1,62 miliar pada semester I 2025.
Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam meningkatkan skala bisnis sekaligus menjaga efisiensi operasional. Perubahan dari posisi rugi menjadi laba menunjukkan semakin kuatnya daya saing perusahaan di industri perdagangan gula nasional.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp219,6 miliar, naik dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp217,6 miliar. Total liabilitas tercatat Rp76,3 miliar, sementara ekuitas tetap terjaga pada kisaran Rp143,3 miliar.
Kas dan setara kas perusahaan berada di level Rp12,3 miliar. Penurunan saldo kas dibandingkan akhir 2025 terutama digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja, penguatan persediaan, serta investasi strategis melalui pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan yang akan menunjang ekspansi bisnis ke depan.
Kinerja semester I 2026 menjadi sinyal positif bagi PT Aman Agrindo Tbk dalam memperkuat pertumbuhan usaha. Dengan peningkatan pendapatan yang signifikan, efisiensi biaya yang tetap terjaga, serta keberhasilan mencatat laba bersih, perseroan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.
Sumber : Investor.id

