Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Henry Yotania Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Dorong Bisnis Digital Berdampak bagi Masyarakat

Posted on 7 September 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Henry Yotania meraih apresiasi dalam ajang Anugerah Ekonomi Hijau 2026 yang digelar detikcom di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Penghargaan tersebut menempatkan Henry sebagai salah satu Figur Penggerak Ekonomi Hijau atas peran inspiratifnya dalam mendorong perkembangan bisnis digital yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Bagi Henry Yotania, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas perjalanan profesionalnya di dunia bisnis digital. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi pengingat untuk terus berbagi pengetahuan, membuka kesempatan, serta mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkembang dan menciptakan peluang ekonomi.

“Buat saya pribadi, penghargaan ini tentu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan. Tapi yang paling saya rasakan, ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita lakukan bersama selama ini ternyata memberikan dampak,” ujar Henry.

Sekitar delapan tahun berkecimpung dalam bisnis digital, khususnya e-commerce, membuat Henry melihat transformasi digital dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, teknologi tidak hanya berkaitan dengan pemasaran dan penjualan produk secara online, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran, pengembangan usaha, penciptaan lapangan pekerjaan, hingga membuka peluang ekonomi baru.

Pengalaman panjangnya di bidang marketing, sales, dan business development kemudian mendorong Henry untuk aktif dalam berbagai kegiatan edukasi, seminar, pelatihan, serta pengembangan komunitas digital.

Salah satu kiprahnya dilakukan melalui SVO Indonesia atau Synergy Via Online. Henry mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen anggota tim yang bergabung pada awalnya belum memiliki latar belakang digital dan belum memahami bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis.

“Sekitar 80 persen dari tim kami bukan berbasis digital. Pada saat mereka masuk, mereka ‘buta’ mengenai digital. Tapi setelah diajarkan digitalisasi dan bagaimana cara mengoptimalkan bisnis digital, sekarang mereka menjadi entrepreneur,” kata Henry.

Baca Juga:  IKAPI Lahirkan 79 Kurator Baru, Pemerintah Tegaskan Era Baru Profesionalisme dan Integritas Hukum Nasional

Bagi Henry Yotania, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Sebab, keberhasilan menurutnya tidak hanya dapat diukur dari seberapa besar bisnis yang berhasil dibangun, tetapi juga dari seberapa banyak orang yang dapat ikut tumbuh melalui pengetahuan, kesempatan, dan pengalaman yang dibagikan.

Henry Yotania Dorong Masyarakat Melek Bisnis Digital

Komitmen Henry terhadap edukasi digital juga diwujudkan melalui berbagai seminar, training, dan event yang menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, praktisi, serta masyarakat yang ingin memahami perkembangan bisnis digital.

Salah satunya melalui Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC), forum yang menghadirkan praktisi dan pembicara dengan pengalaman di bidang digital marketing dan pengembangan bisnis.

Henry menilai keberadaan forum edukasi seperti IDMC semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Perubahan tersebut menuntut pelaku usaha dan masyarakat untuk terus belajar serta memperbarui kemampuan agar tidak tertinggal.

“Banyak pemain digital di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi. Yang dibutuhkan adalah ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mendapatkan insight dari orang-orang yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang ini,” tuturnya.

Menurut Henry, berbagi ilmu bukan berarti seseorang harus merasa paling mengetahui segala sesuatu. Justru pengalaman yang dimiliki akan semakin bernilai ketika dapat membantu orang lain berkembang.

“Ilmu yang kita punya akan jauh lebih berarti kalau bisa dipakai untuk membantu orang lain bertumbuh,” ujarnya.

Bisnis Digital Harus Memberikan Dampak Ekonomi

Henry Yotania juga menyoroti besarnya potensi digitalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi dapat membuat seseorang menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menciptakan model bisnis baru.

Pertumbuhan ekosistem digital juga melahirkan kebutuhan baru yang pada akhirnya dapat membuka peluang usaha, profesi, dan lapangan pekerjaan.

Baca Juga:  KKP Kirim 60 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra: Armada KP. Orca 05 Diberangkatkan untuk Bantu Korban Banjir

Karena itu, Henry menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya dipahami sebagai perkembangan platform atau teknologi.

“Digital itu bukan hanya soal platform atau teknologi. Di belakangnya ada manusia. Ada entrepreneur, ada tim, ada lapangan pekerjaan, dan ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Henry terus mendorong kolaborasi dalam pengembangan bisnis digital, baik melalui edukasi maupun berbagai program yang melibatkan komunitas.

Dalam perannya sebagai Strategic Business Partnership Wellous Indonesia, Henry juga aktif mendukung kolaborasi pengembangan bisnis digital berskala nasional dan internasional, termasuk kegiatan seperti IDMC 2026 dan SVO Digital Summit 2025.

Anugerah Ekonomi Hijau 2026 Jadi Motivasi Henry Yotania

Dalam ajang Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Henry Yotania tercatat sebagai salah satu figur dalam kategori Penggerak Ekonomi Hijau dengan apresiasi khusus atas peran inspiratifnya di bidang bisnis digital.

Penghargaan tersebut diberikan melalui proses penilaian Komite Asesmen detikcom terhadap berbagai inisiatif dan program, khususnya dari sisi dampak dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Meski memperoleh penghargaan, Henry tidak memandang Anugerah Ekonomi Hijau 2026 sebagai akhir dari perjalanan profesionalnya.

Sebaliknya, apresiasi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus belajar, memperluas kolaborasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bukan berarti perjalanan selesai. Justru menjadi motivasi supaya kita bisa melakukan lebih banyak lagi ke depannya,” kata Henry.

Menurutnya, perjalanan transformasi digital Indonesia masih sangat panjang. Teknologi akan terus berkembang, sementara kebutuhan masyarakat dan dunia usaha juga akan berubah.

Karena itu, Henry berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengubah teknologi menjadi alat untuk menciptakan nilai, membangun usaha, dan membuka kesempatan ekonomi.

Baca Juga:  Ketua DPC PERADI dan IKADIN Trenggalek Ajak Advokat Lebih Solid dan Profesional

Henry Yotania: Kesuksesan Adalah Ketika Bisa Bertumbuh Bersama

Sekitar delapan tahun berada di dunia bisnis digital telah memberikan Henry berbagai pengalaman. Namun, salah satu pelajaran terbesar yang diperolehnya bukan hanya tentang bagaimana membangun bisnis, melainkan bagaimana membantu orang lain ikut berkembang.

Bagi Henry, ketika seseorang yang sebelumnya tidak memahami dunia digital kemudian mampu menjalankan bisnis, menciptakan peluang, dan bahkan membantu orang lain melakukan hal serupa, di situlah sebuah pencapaian memiliki makna yang lebih besar.

Karena itu, Henry tidak melihat Anugerah Ekonomi Hijau 2026 sebagai pencapaian pribadi semata. Di balik perjalanan tersebut terdapat tim, komunitas, partner, mentor, serta berbagai pihak yang ikut memberikan kontribusi.

“Kalau boleh saya simpulkan, penghargaan ini bukan tentang saya sendiri. Ini tentang perjalanan bersama. Kalau ada sesuatu yang baik dari apa yang saya lakukan, mudah-mudahan bisa terus diteruskan dan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang,” pungkasnya.

Pada akhirnya, bagi Henry Yotania, keberhasilan di era digital bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mengikuti perkembangan teknologi. Kesuksesan juga ditentukan oleh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan kesempatan, membantu orang lain berkembang, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Anugerah Ekonomi Hijau 2026 menjadi momentum penting bagi Henry Yotania untuk semakin memperkuat komitmennya: terus belajar, terus berbagi, membangun kolaborasi, dan bertumbuh bersama di tengah transformasi ekonomi digital Indonesia.

Pos Terbaru

  • Reksadana Pasar Uang di Makmur dengan Tiga Pilihan Imbal Hasil Sejak Awal Tahun di Atas 3%
  • POLA Summit ke-36 Dibuka Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan dan Prim Haryadi Bahas Reformasi Hukum Pidana Indonesia
  • Yusril Ihza Mahendra di POLA Summit ke-36: Reformasi Hukum Pidana Indonesia Harus Perkuat Keadilan dan Kepercayaan Publik
  • Prim Haryadi : Pembaruan Hukum Pidana Indonesia Harus Seimbangkan Kepastian Hukum, Keadilan dan Kemanusiaan
  • PERADI Jadi Tuan Rumah POLA Summit ke-36 di Jakarta, Otto Hasibuan Dorong Penguatan Kerja Sama Advokat Asia
  • Henry Yotania Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Dorong Bisnis Digital Berdampak bagi Masyarakat
  • Bonar P. Krisnanto Bukan Wantimpres RI, KOMPASINDO.CO.ID Luruskan Istilah “Wantimpres Presiden DPN”
  • PIMA Indonesia Dukung HUT ke-81 TNI AL, Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Muara Angke
  • Bobby Lianto Tegaskan PSMTI Harus Semakin Kuat dan Berdampak bagi Indonesia
  • Dwi Windyarto Bangga, Vitri Ayu Sartikaningrum Genap 47 Tahun dan Dipercaya Pimpin PT Graha Baruna Utama
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme