Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PUAN 2025–2030, Farah Putri Nahlia Tegaskan Perempuan Harus Menjadi Kekuatan Perubahan Bangsa

Posted on 19 Juni 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, secara resmi melantik jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional (DPP PUAN) periode 2025–2030 dalam acara yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan kader perempuan PAN dari berbagai daerah, anggota DPR RI, kepala daerah, pimpinan organisasi perempuan, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus PAN dari tingkat pusat hingga daerah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPP PUAN periode 2025–2030 oleh Sekretaris Jenderal DPP PAN, Eko Hendro Purnomo atau yang akrab disapa Eko Patrio. Pembacaan SK tersebut menjadi dasar resmi pengukuhan kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi perempuan PAN selama lima tahun ke depan.

Usai pembacaan SK, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memimpin langsung prosesi pelantikan jajaran pengurus DPP PUAN. Seluruh pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar dan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi, memperjuangkan pemberdayaan perempuan, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka organisasi dari Ketua Umum PAN kepada Ketua Umum DPP PUAN periode 2025–2030, Farah Putri Nahlia. Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus amanah untuk membawa organisasi semakin maju dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PUAN Farah Putri Nahlia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi perempuan PAN pada periode 2025–2030.

Farah mengaku terharu melihat antusiasme kader perempuan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk menghadiri pelantikan tersebut. Bahkan, menurutnya, jumlah kader yang ingin hadir jauh melebihi kapasitas ruangan yang tersedia.

Baca Juga:  Satu Tahun Tanpa Tersangka: Kasus Dugaan Penipuan Rp3,56 Miliar oleh Kreator YouTube “Horology Story” Kini Ditangani Dirkrimsus Polda Metro Jaya

“Saya mohon maaf kepada Ayahanda Ketua Umum PAN karena ruangan ini hanya mampu menampung sekitar 1.200 orang, sementara yang menyatakan siap hadir lebih dari 1.600 kader perempuan dari seluruh Indonesia. Hari ini saya belajar bahwa ketika perempuan memiliki semangat yang sama, tidak ada batas yang mampu menghentikan langkah mereka,” ujarnya.

Farah menuturkan bahwa sebelum acara dimulai dirinya sempat berdialog dengan sejumlah kader yang datang dari berbagai daerah. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa bangga menjadi bagian dari PUAN dan PAN karena merasakan langsung manfaat dari berbagai program yang dijalankan kader-kader PAN di tengah masyarakat.

Menurut Farah, pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa politik harus menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.

“Hari ini saya semakin yakin bahwa pemimpin yang dicintai rakyat bukanlah mereka yang hanya pandai berbicara, tetapi mereka yang menghadirkan manfaat melalui kerja nyata. Politik terbaik adalah politik yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Farah juga menyampaikan penghormatan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang dinilainya telah menjadi teladan bagi kader-kader PAN, khususnya kader perempuan.

Ia menilai kepemimpinan Zulkifli Hasan telah menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan kerja nyata, keberpihakan kepada rakyat, dan semangat pengabdian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda Ketua Umum PAN yang telah memberikan teladan dan inspirasi kepada seluruh kader perempuan PAN. Kami belajar bahwa politik bukan sekadar berbicara, tetapi tentang menghadirkan manfaat dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Farah juga memberikan penghargaan kepada para pengurus DPP PUAN periode sebelumnya yang telah membangun fondasi organisasi sehingga mampu tumbuh menjadi organisasi perempuan yang aktif dan diperhitungkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun politik.

Baca Juga:  DNIKS Tegaskan Komitmen Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Disabilitas di Era Pemerintahan Presiden Prabowo

Menurutnya, estafet kepemimpinan yang terjadi hari ini bukanlah pergantian semata, melainkan kelanjutan dari perjuangan yang telah dibangun oleh para pendahulu.

“Estafet kepemimpinan bukan tentang mengganti kepemimpinan, tetapi melanjutkan perjalanan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun. Kami akan meneruskan perjuangan yang telah dirintis dengan penuh dedikasi oleh kepengurusan sebelumnya,” kata Farah.

Ia menegaskan bahwa PUAN akan terus mendorong lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang berintegritas, kompeten, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurutnya, perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa.

“Ketika perempuan diberi kesempatan, mereka mampu menunjukkan kapasitas luar biasa. Ketika perempuan maju, manfaatnya tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, tetapi juga keluarga, lingkungan, dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Farah juga menyampaikan visinya untuk menjadikan PUAN sebagai organisasi perempuan yang dikenal karena kompetensinya, efektivitas kerjanya, dan kontribusinya yang nyata bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, ia menyebut perempuan sebagai cahaya yang mampu menerangi kehidupan banyak orang.

“Perempuan bukan hanya tiang negara. Perempuan adalah cahaya yang mampu menerangi jalan, memberikan harapan, dan menginspirasi perubahan bagi masyarakat di sekitarnya,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan baru, DPP PUAN berkomitmen memperkuat program pemberdayaan perempuan, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kapasitas kader, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, serta memperluas partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Acara kemudian ditutup dengan sambutan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa.

Ia menegaskan bahwa PAN akan terus memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang, memimpin, dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Menurut Zulkifli Hasan, keberhasilan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas perempuan yang menjadi penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, organisasi seperti PUAN harus menjadi wadah yang mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan rakyat.

Baca Juga:  Alexander Gobai dan Albertus Keiya Hadiri Rapimnas Kadin 2025, Papua Tengah Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

Zulkifli Hasan juga mengajak seluruh kader PUAN untuk terus bekerja di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi rakyat, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata.

Ia optimistis kehadiran kader perempuan yang kuat dan solid akan menjadi salah satu kekuatan utama PAN dalam menghadapi berbagai tantangan politik dan pembangunan di masa depan.

Pelantikan DPP PUAN periode 2025–2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan PAN di tingkat nasional. Dengan semangat kolaborasi, pengabdian, dan kerja nyata, DPP PUAN diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan sekaligus mitra strategis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme