KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 25 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Indonesia (PRI) resmi melantik jajaran pengurus Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Rakyat Indonesia (KESUMA RI) dalam sebuah acara yang digelar di Kantor DPP PRI, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis PRI dalam memperkuat gerakan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pelantikan berlangsung secara hibrida dan diikuti pengurus KESUMA RI dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC di berbagai daerah melalui Zoom Meeting. Acara juga dihadiri perwakilan luar negeri, di antaranya dari Arab Saudi dan Tiongkok. Sementara Ketua Dewan Pembina KESUMA RI Prof. Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) serta Ketua Mahkamah Partai PRI H. Mohammad Najaruddin mengikuti kegiatan secara virtual.
Ketua Umum DPP KESUMA RI ASC. Prof. Dr. Sudiharto James GEN, MPH., menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar sayap partai, tetapi menjadi gerakan sosial yang mengedepankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama ketahanan bangsa yang harus dijaga bersama, bukan semata dipandang sebagai sektor bisnis. Karena itu, KESUMA RI akan fokus membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan secara mandiri.
“Kami ingin membangun budaya hidup sehat mulai dari tingkat keluarga hingga desa. Kesehatan adalah investasi bangsa untuk melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Sudiharto.
Ia menjelaskan, kepengurusan KESUMA RI kini telah terbentuk di 19 provinsi, dengan struktur organisasi yang terus berkembang hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan. Bahkan jaringan internasional juga mulai terbentuk melalui pengurus di Arab Saudi, Tiongkok, dan Jepang sebagai bagian dari penguatan koordinasi organisasi.
Dalam paparannya, Prof. Sudiharto menilai rendahnya literasi kesehatan masyarakat masih menjadi tantangan besar. Banyak warga belum memahami indikator kesehatan dasar sehingga sering terlambat mengenali gejala penyakit.
Selain itu, akses pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi persoalan serius. Untuk menjawab tantangan tersebut, KESUMA RI mendorong pengembangan layanan kesehatan berbasis kebutuhan daerah, termasuk penggunaan ambulans roda dua hingga transportasi air bagi masyarakat kepulauan.
Sebagai agenda jangka panjang, KESUMA RI meluncurkan Grand Design Program Kerja 2026–2050 yang berorientasi pada pembangunan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat basis pengabdian PRI.
Program prioritas tersebut meliputi pengembangan Desa Siaga di sekitar 75.000 desa dan lebih dari 8.000 kelurahan di seluruh Indonesia, peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi digital, pembentukan kader penolong pertama bersertifikat digital, serta memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional.
KESUMA RI juga menargetkan kontribusi politik melalui penguatan pelayanan kepada masyarakat. Organisasi ini optimistis kepercayaan publik terhadap program kesehatan yang dijalankan akan menjadi modal sosial bagi Partai Rakyat Indonesia untuk meraih sedikitnya 50 kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
Menutup sambutannya, Prof. Sudiharto mengajak seluruh pengurus menjadikan nilai nasionalisme, profesionalisme, integritas, dan semangat gotong royong sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin KESUMA RI hadir sebagai gerakan yang mampu melahirkan masyarakat sehat, mandiri, dan produktif demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

