Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Rakernas PERADI SAI 2026: Harry Ponto Dorong Revisi UU Advokat dan Penguatan Advokat Spesialis Berintegritas

Posted on 9 Mei 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Suara Advokat Indonesia, Harry Ponto, menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong lahirnya advokat Indonesia yang profesional, berintegritas, serta memiliki spesialisasi kompetensi di era modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Harry Ponto saat konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERADI Suara Advokat Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (8/5). Dalam kesempatan itu, Harry Ponto didampingi Sekretaris Jenderal DPN PERADI SAI A. Patra M. Zen dan Wakil Ketua Umum DPN PERADI SAI Dwi Ria Latifa.

Mengusung tema “Menjadi Advokat dengan Spesialisasi Kompetensi yang Profesional dan Berintegritas di Era Modern”, Rakernas PERADI SAI 2026 menjadi forum strategis bagi advokat dari seluruh Indonesia dalam membahas masa depan profesi advokat di tengah perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan tantangan dunia hukum yang semakin kompleks.

Menurut Harry Ponto, era modern menuntut advokat untuk memiliki spesialisasi di bidang tertentu agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan hukum yang lebih profesional kepada masyarakat.

“Ke depan advokat harus memiliki spesialisasi kompetensi. Dunia berkembang sangat cepat dan perubahan hukum jauh lebih cepat daripada kemampuan kita beradaptasi. Karena itu advokat harus mendalami bidang-bidang tertentu seperti hukum pidana, bisnis dan investasi, hukum antarnegara, hingga perkembangan hukum modern lainnya,” ujar Harry Ponto.

Ia menjelaskan bahwa dalam Rakernas kali ini para peserta diberikan berbagai forum diskusi dan seminar spesialisasi hukum yang dapat dipilih sesuai minat dan bidang masing-masing.

Selain fokus pada penguatan kompetensi advokat, PERADI Suara Advokat Indonesia juga menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan organisasi advokat saat ini.

Baca Juga:  Nusantara Pengusaha Indonesia Gelar Pertemuan Besar, Bahas Kandidat Ketua Umum Periode 2025–2029

Harry Ponto menilai konsep single bar yang dahulu menjadi semangat utama dalam dunia advokat kini telah berubah menjadi sistem multi bar dengan banyak organisasi advokat bermunculan di Indonesia.

“Undang-undang yang ada sekarang sudah tidak memadai. Saat ini kenyataannya adalah multi bar system. Banyak organisasi advokat berdiri dan itu harus segera diatur dengan baik agar profesi advokat tetap memiliki standar, pengawasan, dan akuntabilitas yang jelas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Harry Ponto juga mengungkapkan bahwa PERADI SAI mengusulkan pembentukan Dewan Nasional Advokat sebagai lembaga independen yang bertugas melakukan sertifikasi, pengawasan organisasi advokat, serta standarisasi pendidikan profesi advokat di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan Dewan Nasional Advokat penting untuk menjaga kualitas profesi serta melindungi masyarakat dari praktik hukum yang tidak profesional.

“Kami ingin ada sistem sertifikasi dan pengawasan yang jelas. Pendidikan profesi advokat harus berkualitas, ujian profesi harus kredibel, sehingga masyarakat mendapatkan layanan hukum yang benar-benar profesional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN PERADI Suara Advokat Indonesia, A. Patra M. Zen, mengatakan Rakernas PERADI SAI 2026 diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Patra, antusiasme peserta menjadi bukti kuat bahwa regenerasi dan semangat organisasi advokat di Indonesia masih berjalan dengan baik.

“Peserta yang terdaftar mencapai sekitar 670 orang dari 55 pimpinan cabang, mulai dari Jayapura hingga Banda Aceh. Ini menunjukkan semangat berorganisasi yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Rakernas kali ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, termasuk unsur Mahkamah Agung dan akademisi terkemuka untuk membahas pembaruan hukum pidana, pendidikan advokat, hingga tantangan profesi hukum di masa depan.

Selain itu, PERADI SAI juga mulai menerapkan sistem digitalisasi organisasi melalui penggunaan barcode pada kartu tanda anggota sebagai bagian dari modernisasi tata kelola organisasi.

Baca Juga:  “Harry Ponto Pimpin PERADI SAI 2025–2030, Era Baru Advokat Indonesia Dimulai dari Bali”

Patra menambahkan bahwa Rakernas tidak hanya menjadi forum organisasi internal, tetapi juga ruang lahirnya berbagai rekomendasi strategis, termasuk usulan penyempurnaan Undang-Undang Advokat.

“Kami berharap Rakernas ini menghasilkan ide-ide besar dan rekomendasi penting untuk masa depan profesi advokat Indonesia,” tambahnya.

Di akhir konferensi pers, Harry Ponto kembali menegaskan bahwa pendidikan lanjutan dan spesialisasi advokat akan menjadi fokus utama kepengurusan PERADI SAI ke depan.

Ia memastikan organisasi akan terus menghadirkan berbagai program pendidikan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota dan perkembangan hukum di masyarakat.

Rakernas PERADI Suara Advokat Indonesia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga Minggu dan menjadi ajang konsolidasi nasional bagi advokat dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan arah baru organisasi advokat di tanah air.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme