Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

PT Malahayati Nusantara Raya Paparkan Langkah Strategis, Fokus pada Konsultasi, Literasi Keuangan, dan Pemberdayaan UMKM

Posted on 3 Juli 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – PT Malahayati Nusantara Raya kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga konsultasi masyarakat melalui penyampaian perkembangan terbaru perusahaan dalam sebuah press conference bersama awak media di Jakarta, Jumat (3/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai berbagai isu yang berkembang sekaligus memperkenalkan sejumlah program yang terus dijalankan bagi masyarakat.

Hadir dalam konferensi pers tersebut CEO PT Malahayati Nusantara Raya Ahmad Maulana Wijaya, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya Albert, dan Kepala Departemen Humas Oji. Ketiganya menyampaikan perkembangan penanganan persoalan yang sempat menjadi perhatian publik, posisi perusahaan saat ini, serta arah pengembangan program yang berfokus pada edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan komunikasi dan audiensi dengan berbagai pihak terkait menyusul surat penghentian kegiatan yang sebelumnya diterbitkan oleh Satgas PASTI. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari proses administratif yang sedang ditempuh perusahaan.

“Kami telah melakukan audiensi secara langsung dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Saat ini perusahaan sedang melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Kami menghormati seluruh proses yang sedang berjalan,” ujar Albert.

Albert menegaskan sejak awal PT Malahayati Nusantara Raya didirikan sebagai lembaga konsultasi yang memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya mereka yang menjadi korban pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun berbagai persoalan keuangan lainnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Oji, menekankan bahwa perusahaan bukan merupakan lembaga jasa keuangan maupun lembaga penghimpun dana masyarakat.

“PT Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Konsultan merupakan lembaga jasa konsultasi. Kami tidak menghimpun dana masyarakat dan tidak menjalankan aktivitas sebagai lembaga jasa keuangan. Penjelasan ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar,” jelas Oji.

Baca Juga:  dr. Sumarjati Arjoso Tegaskan Komitmen Gerindra Wujudkan Ekosistem Inklusif pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

Ia menerangkan bahwa perusahaan mengusung visi “Mencerdaskan Bersama” melalui berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya pinjaman online ilegal, investasi ilegal, judi online, hingga pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

Selain memberikan layanan konsultasi, PT Malahayati Nusantara Raya juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, lembaga swasta, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program utama yang terus dikembangkan adalah pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi akibat terjerat pinjaman online ilegal maupun judi online, sehingga setelah memperoleh konsultasi mereka juga mendapatkan pendampingan usaha agar dapat kembali mandiri.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya keluar dari persoalan yang dihadapi, tetapi juga mampu membangun kembali perekonomiannya melalui pembinaan usaha yang berkelanjutan,” kata Oji.

Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Malahayati Nusantara Raya juga terus melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya adalah kolaborasi bersama Badan Amil Zakat dan sejumlah pihak dalam membantu rehabilitasi rumah warga korban kebakaran di kawasan Pela Mampang, Jakarta Selatan. Selain itu, perusahaan secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama instansi pemerintah, kepolisian, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya, menjelaskan bahwa berdirinya perusahaan dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah masyarakat yang menjadi korban pinjaman online ilegal dan judi online akibat masih rendahnya tingkat literasi digital serta literasi keuangan.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan dalam mengakses layanan digital. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menjalankan praktik pinjaman online ilegal maupun aktivitas keuangan yang merugikan masyarakat.

Baca Juga:  PT Jerindo Sari Utama Perkuat Industri Bahan Baku Kosmetik dan Pangan di ICI 2026

Karena itu, PT Malahayati Nusantara Raya hadir sebagai lembaga konsultasi yang menyediakan edukasi, pendampingan, serta solusi bagi masyarakat agar mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi sekaligus kembali produktif.

Selain layanan konsultasi, perusahaan juga terus mengembangkan berbagai kegiatan berupa pelatihan, pembinaan UMKM, seminar, diskusi publik, hingga edukasi bersama kalangan mahasiswa dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pinjaman online ilegal, judi online, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.

Melalui keterbukaan informasi kepada publik, manajemen PT Malahayati Nusantara Raya berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai aktivitas perusahaan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program-program yang memberikan manfaat nyata.

Dengan mengedepankan edukasi, pemberdayaan ekonomi, kolaborasi lintas sektor, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku, PT Malahayati Nusantara Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra konsultasi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan literasi keuangan secara profesional serta berkelanjutan.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme