KOMPASINDO.CO.ID, ICE BSD CITY, Tangerang, 9 November 2025 – Dalam ajang Penghargaan Arsitektur Banten 2025 yang digelar di Ballroom ICE BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (9/11), karya arsitektur bertajuk Pelant Nursery garapan pasangan arsitek Hendra Irwanto dan Endang Sri Wahyuni dari Platform Studio berhasil meraih penghargaan pada kategori desain bangunan komersial.

Pelant Nursery dinilai menonjol karena menggabungkan konsep arsitektur hijau dengan pendekatan sosial yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan fungsi ruang. Dalam wawancara dengan awak media, Hendra Irwanto menjelaskan bahwa proyek ini dirancang bukan hanya sebagai tempat kegiatan komersial, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menghadirkan kedekatan manusia dengan alam.
“Pelant Nursery kami rancang dengan pendekatan arsitektur yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. Setiap elemen bangunannya disusun untuk menghadirkan pengalaman ruang yang terbuka, alami, dan memberi manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar. Arsitektur menurut kami harus mampu berdialog dengan masyarakat, memperkaya kualitas hidup, dan menjadi refleksi dari tanggung jawab sosial,” ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa proyek ini memanfaatkan struktur ringan dan material yang efisien agar dapat dibangun dengan cepat dan hemat sumber daya, terutama karena proses pembangunannya dilakukan di masa pandemi Covid-19. “Kondisi saat itu membuat kami harus berpikir kreatif, bagaimana menghadirkan bangunan yang ekonomis namun tetap memiliki nilai estetika dan ekologis yang kuat,” tambahnya.
Endang Sri Wahyuni, arsitek sekaligus pemilik Pelant Nursery, menuturkan bahwa Pelant Nursery merupakan eksperimen ruang yang memadukan aktivitas manusia dengan sistem lanskap alami. Ia menjelaskan bahwa desainnya berusaha menghadirkan suasana sejuk tanpa ketergantungan pada pendingin buatan, dengan memaksimalkan ventilasi silang, pencahayaan alami, dan tata vegetasi yang menyatu dengan fungsi bangunan.
“Konsepnya adalah bagaimana ruang komersial bisa tetap nyaman, terbuka, dan sehat. Kami ingin pengguna merasakan bahwa mereka tidak sekadar berada di bangunan, tetapi menjadi bagian dari lingkungan hidup itu sendiri,” ujar Endang.
Hendra menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata soal pencapaian pribadi, melainkan bentuk apresiasi terhadap semangat kolaborasi antara arsitek, klien, dan lingkungan. “Kami melihat bahwa arsitektur harus menciptakan keseimbangan antara bangunan dengan ruang terbuka hijau di sekitarnya. Pelant Nursery adalah wujud kecil dari gagasan itu — bagaimana sebuah desain arsitektur dapat berintegrasi secara harmonis dengan lingkungan,” ungkapnya.
Bagi Hendra dan Endang, Pelant Nursery adalah simbol bahwa arsitektur berkelanjutan tidak harus megah dan mahal, melainkan cukup dengan pemikiran yang jujur, efisien, dan berpihak pada alam. “Kami berharap karya ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk berani bereksperimen dan tetap berpijak pada nilai keberlanjutan,” tutup Endang.

