KOMPASINDO.COM, JAKARTA TIMUR – Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Mike Verawati Tangka, menegaskan pentingnya konsolidasi nasional perempuan sebagai langkah strategis memperkuat gerakan perempuan Indonesia menghadapi berbagai tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara dengan awak media usai acara pembukaan yang turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam keterangannya, Mike Verawati Tangka menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi nasional ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian Kongres Nasional VI Koalisi Perempuan Indonesia yang menjadi mekanisme organisasi rutin setiap periode kepengurusan.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, meskipun sebagian peserta masih dalam perjalanan. Kehadiran peserta mencerminkan keterwakilan dari sekitar 25 persen provinsi di Indonesia dengan latar belakang yang sangat beragam.
“Kami menggelar konsolidasi nasional perempuan Indonesia yang akan dilanjutkan dengan Kongres Nasional VI sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Ini adalah forum penting yang kami jalankan setiap periode,” ujarnya di Gedung Serbaguna Asrama Haji Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan utama dalam konsolidasi ini terletak pada keberagaman peserta yang berasal dari berbagai kelompok, mulai dari kalangan profesional, pekerja, pemuda, pelajar, mahasiswa, nelayan, petani, hingga perempuan masyarakat adat.
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam merumuskan agenda perjuangan perempuan yang lebih inklusif dan representatif terhadap kondisi nyata di masyarakat.
Dalam forum konsolidasi nasional ini, berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan. Di antaranya adalah penguatan gerakan perempuan dalam menghadapi dinamika sosial, peningkatan sumber-sumber penghidupan perempuan, serta isu ekonomi, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Selain itu, perhatian besar juga diberikan pada dampak perubahan iklim dan transisi energi yang dinilai semakin memengaruhi kehidupan perempuan, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup secara keseluruhan.
“Kami juga membahas bagaimana perempuan dapat berperan lebih besar dalam ruang publik dan politik, karena kontribusi perempuan sangat penting dalam menentukan arah kebijakan yang berkeadilan,” jelasnya.
Mike menambahkan bahwa Kongres Nasional VI kali ini mengusung tema yang masih berakar pada kepemimpinan perempuan, namun dengan pendekatan yang lebih progresif, yakni kepemimpinan transformatif dan keadilan ekologis.
Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap kondisi global dan nasional dalam beberapa tahun terakhir yang diwarnai oleh meningkatnya bencana serta dampak perubahan iklim yang secara langsung memengaruhi kehidupan perempuan.
Ia membandingkan dengan kongres sebelumnya yang digelar pada periode 2020 di Surabaya yang lebih menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan perempuan sebagai organisasi kader. Sementara pada kongres kali ini, perspektif diperluas dengan memasukkan dimensi transformasi kepemimpinan dan keberlanjutan lingkungan.
Hasil dari konsolidasi nasional ini nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi strategis yang menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan program kerja organisasi ke depan. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mendorong peran perempuan yang lebih kuat dalam memengaruhi kebijakan publik di berbagai sektor.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai mitra dan jaringan organisasi perempuan dari berbagai daerah yang turut memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman lapangan.
Melalui Kongres Nasional VI ini, Koalisi Perempuan Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan, memperkuat kepemimpinan perempuan yang transformatif, serta mendorong terwujudnya keadilan sosial dan ekologis di Indonesia.

