KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026 – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (IDX: OASA) terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi lingkungan dan energi terbarukan melalui pengembangan berbagai proyek Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan di Menara Imperium Lantai 35, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 1, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 Juli 2026.
Dalam pemaparan kepada pemegang saham, investor, analis, dan media, Perseroan menyampaikan perkembangan terbaru strategi bisnis sekaligus pencapaian penting yang semakin memperkuat portofolio perusahaan di sektor pengelolaan sampah berbasis energi. Sejalan dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan dan percepatan transisi energi nasional, OASA terus mengembangkan berbagai inisiatif strategis yang mendukung terciptanya ekosistem Waste-to-Energy yang berkelanjutan di Indonesia.
Salah satu perkembangan utama yang diumumkan dalam Public Expose tersebut adalah penetapan Konsorsium Bumi Biru Indonesia sebagai Selected Partner atau mitra terpilih dalam pengembangan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya. Penunjukan tersebut merupakan hasil proses Partner Selection Batch-2 yang diselenggarakan oleh Danantara Indonesia.
Konsorsium Bumi Biru Indonesia merupakan kolaborasi antara SUS Environment Inc. dengan PT Indoplas Dewata Energi, anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk. Kemitraan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan teknologi pengelolaan sampah modern yang mampu menghasilkan energi ramah lingkungan sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi timbunan sampah nasional.
Proyek PSEL Lampung Raya sendiri dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.167 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan proyek Waste-to-Energy Batch-2 yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah modern di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, menghasilkan energi listrik yang lebih bersih, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya komitmen Perseroan dalam mendukung pengembangan industri Waste-to-Energy di Indonesia.
Menurut Bobby, pengembangan proyek-proyek pengolahan sampah berbasis energi tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Perkembangan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste-to-Energy di Indonesia. OASA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek yang tidak hanya menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap transisi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Bobby Gafur Umar.
Selain memperkuat pengembangan proyek di Lampung Raya, Perseroan juga melanjutkan proses pengembangan Proyek PSEL Tangerang Selatan. Saat ini, OASA melakukan penyesuaian skema proyek sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 agar implementasinya selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste-to-Energy nasional.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Perseroan untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai regulasi, memenuhi standar teknologi yang dibutuhkan, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan lingkungan.
Manajemen OASA menilai meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri Waste-to-Energy. Di sisi lain, meningkatnya perhatian pemerintah terhadap isu lingkungan, energi bersih, dan ekonomi sirkular semakin memperkuat prospek bisnis Perseroan dalam jangka panjang.
Sebagai perusahaan yang telah melakukan transformasi bisnis sejak 2022, OASA terus memperluas portofolio usahanya di bidang teknologi lingkungan, energi terbarukan, serta pengelolaan sampah terpadu. Berbagai proyek yang tengah dikembangkan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bobby Gafur Umar menegaskan Perseroan optimistis langkah-langkah strategis yang saat ini dijalankan akan semakin memperkokoh posisi OASA sebagai salah satu pemain utama dalam industri Waste-to-Energy di Indonesia.
“Kami optimistis langkah strategis yang sedang dijalankan akan semakin memperkuat posisi OASA sebagai perusahaan yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan dan transisi energi nasional. Kami akan terus menjaga disiplin dalam pelaksanaan proyek, memperkuat kemitraan strategis, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Bobby.
Melalui pengembangan proyek PSEL Lampung Raya dan sejumlah proyek strategis lainnya, PT Maharaksa Biru Energi Tbk optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern, mempercepat transisi menuju energi bersih, mengurangi emisi karbon, serta mendukung terciptanya pembangunan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Indonesia

