KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, dan transformasi digital dalam pengelolaan zakat nasional. Hal itu disampaikan dalam laporan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari 34 provinsi di Ballroom Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (26/8).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk H. Mohamad Arifin Purwakananta, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, H. Rizaludin Kurniawan, Sudrajat, Lc, MA, CFRM, Saidah Sakwan, MA, Kolonel Cah (Purn) Drs. Nur Chamdan, Prof. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen, Ph.D, dan H. Mo Mahdun (Haji Mo).
Rakornas yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Astacita” ini menjadi momentum evaluasi dan strategi pengelolaan zakat menuju target nasional.
Dalam laporannya, Prof. Noor Achmad menyoroti capaian pengumpulan zakat yang terus meningkat signifikan. “Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kita menyaksikan pertumbuhan yang luar biasa. Tahun 2021 tercatat Rp17 triliun, tahun 2022 mencapai Rp22,5 triliun, tahun 2023 sebesar Rp31,8 triliun, dan pada 2025 ini targetnya Rp41 triliun,” ungkapnya.
Ia menekankan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pimpinan dan amil zakat dari pusat hingga daerah. Penguatan kelembagaan dan SDM membuat BAZNAS semakin dipercaya masyarakat, dibuktikan dengan lebih dari 69 penghargaan nasional dan internasional yang telah diraih.
Selain itu, digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Menurut Noor Achmad, sistem berbasis teknologi telah memudahkan pengumpulan, distribusi, hingga transparansi pengelolaan zakat. “Transformasi digital adalah kunci. Dengan digitalisasi, pengelolaan zakat lebih modern, akuntabel, dan menjangkau lebih luas,” tegasnya.
BAZNAS juga mengarahkan dana zakat untuk program prioritas seperti beasiswa pendidikan, bantuan bagi santri, madrasah, hingga pembangunan kapal rumah sakit untuk wilayah perbatasan. “Semua ini adalah wujud nyata peran zakat dalam mencerdaskan bangsa, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat daya saing umat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Noor Achmad juga menyampaikan terima kasih kepada mitra perbankan nasional seperti BNI, BCA, BRI, dan Mandiri yang selama ini mendukung program penghimpunan zakat.
Rakornas BAZNAS 2025 berlangsung 26–29 Agustus dengan berbagai agenda strategis, termasuk launching UPZ Desa se-Indonesia dan pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia.
“Dengan kebersamaan, insya Allah kita bisa mencapai target zakat nasional sesuai RPJPN, yaitu Rp66 triliun pada 2026. Mari kita jadikan zakat sebagai instrumen penguatan ekonomi umat dan keberkahan bagi bangsa,” tutup Prof. Noor Achmad.

