Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

IKABADI Perkenalkan Kaca Anti Peluru Bersertifikat UL752 di IndoBuildTech Expo 2026, Solusi Keamanan Bangunan Berstandar Internasional

Posted on 15 Juli 2026

KOMPASINDO.CO.ID, TANGERANG – PT Inti Kasih Abadi (IKABADI) mencuri perhatian pada ajang IndoBuildTech Expo 2026 (IBT 2026) dengan memperkenalkan teknologi security glass berstandar internasional yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap berbagai ancaman keamanan. Keikutsertaan perdana perusahaan dalam pameran terbesar sektor bangunan, arsitektur, dan interior yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan solusi kaca keamanan modern kepada masyarakat Indonesia.

Operations Director PT Inti Kasih Abadi, Adam Setiadi, mengatakan IndoBuildTech Expo menjadi sarana strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kaca keamanan pada bangunan maupun fasilitas strategis.

“Ini pertama kalinya kami mengikuti IndoBuildTech. Tujuan kami bukan hanya menawarkan produk, tetapi juga memperkenalkan bahwa saat ini telah tersedia solusi kaca keamanan dengan teknologi dan sertifikasi internasional yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan,” ujar Adam kepada awak media di booth IKABADI, Sabtu (11/7).

Dalam pameran tersebut, IKABADI menampilkan berbagai produk unggulan seperti bullet resistant glass (kaca anti peluru), anti vandalism glass (kaca anti vandalisme), dan anti bandit glass. Perusahaan juga tengah mengembangkan fire-rated glass atau kaca tahan api sebagai pelengkap sistem perlindungan bangunan yang semakin komprehensif.

Seluruh produk yang dipasarkan di Indonesia diproduksi melalui tiga fasilitas manufaktur modern di Singapura yang telah memenuhi standar internasional. IKABADI bertindak sebagai distributor resmi yang menghadirkan berbagai solusi keamanan transparan untuk hunian, gedung komersial, kawasan industri, hingga fasilitas strategis nasional.

Pada kesempatan tersebut, IKABADI mendemonstrasikan kaca anti peluru Level 3 yang mampu menahan tembakan hingga kaliber .44 Magnum sesuai standar pengujian internasional. Sementara untuk kategori anti bandit, produk yang dipamerkan mampu menahan sekitar 70 kali pukulan berturut-turut menggunakan kapak maupun palu pada titik yang sama tanpa mengalami kebocoran atau tembus.

Baca Juga:  Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto: Donor Darah adalah Gerakan Kemanusiaan yang Harus Jadi Kebiasaan

“Untuk anti peluru, yang kami tampilkan adalah Level 3. Sedangkan anti bandit mampu menahan sekitar 70 kali pukulan di titik yang sama. Ini menunjukkan tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap upaya pembobolan,” jelas Adam.

Produk IKABADI dapat diaplikasikan pada rumah tinggal, vila, apartemen, kantor pemerintahan, kedutaan besar, perbankan, pusat data, kendaraan khusus, hingga kapal patroli. Bahkan, sejumlah produk perusahaan telah digunakan pada sektor maritim yang membutuhkan perlindungan balistik pada area kaca.

Salah satu keunggulan utama produk IKABADI adalah telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional seperti CEN EN 1063, NIJ 0108.01, STANAG 4569 (AEP-55), serta UL752 yang menjadi salah satu standar keamanan paling ketat di dunia.

Menurut Adam, untuk standar UL752, produk yang dipasarkan IKABADI menjadi satu-satunya di Asia yang telah memperoleh sertifikasi tersebut.

“Kami memiliki empat sertifikasi internasional. Untuk standar UL752, kami merupakan satu-satunya di Asia yang memiliki sertifikasi tersebut. Ini menunjukkan bahwa kualitas dan tingkat keamanan produk kami telah memenuhi standar internasional yang sangat ketat,” katanya.

Selain mampu menahan ancaman balistik, security glass IKABADI juga memiliki kemampuan blast resistance untuk menghadapi tekanan ledakan, forced entry resistance guna mencegah pembobolan paksa, peredaman suara, serta membantu meningkatkan efisiensi energi bangunan.

Perusahaan turut menghadirkan Glass & Frame Protection System yang menggabungkan multi-layered laminated glass dengan rangka aluminium maupun baja bertulang sehingga menghasilkan sistem perlindungan menyeluruh tanpa mengurangi estetika bangunan modern.

Untuk kategori Anti Bandit Glass, IKABADI menyediakan pilihan perlindungan mulai dari kelas P4A hingga P8B sesuai standar EN356. Seluruh produk dapat dikustomisasi berdasarkan kebutuhan proyek, mulai dari ukuran, ketebalan kaca, jenis rangka, hingga warna finishing.

Baca Juga:  BP Lansia Indonesia Serukan Kepedulian Nasional dan Tanggung Jawab Lingkungan di Tengah Bencana Alam

“Semua produk kami bersifat custom. Ketebalan kaca dapat disesuaikan mulai sekitar 10 milimeter untuk anti vandalisme hingga sekitar 70 milimeter untuk perlindungan balistik tingkat tinggi. Semua mengikuti kebutuhan pelanggan,” ujar Adam.

IKABADI juga menghadirkan sistem pemasangan modular yang memungkinkan proses instalasi lebih cepat dan efisien. Desain profil rangka yang lebih ramping tetap mampu mempertahankan kekuatan tinggi sekaligus mendukung tampilan arsitektur yang modern dan elegan.

Selama mengikuti IndoBuildTech Expo 2026, perusahaan mengaku mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak di antaranya yang baru mengetahui keberadaan solusi kaca keamanan yang mampu memberikan perlindungan lebih efektif dibandingkan penggunaan teralis konvensional.

“Kami cukup terkejut karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak yang datang karena pernah mengalami rumah atau vilanya dibobol. Mereka baru mengetahui bahwa ada solusi seperti kaca anti vandalisme maupun anti peluru yang tampilannya tetap elegan tetapi tingkat keamanannya jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Melalui partisipasi perdananya di IndoBuildTech Expo 2026, IKABADI berharap penggunaan material keamanan berstandar internasional dapat semakin dikenal dan diterapkan pada berbagai fasilitas strategis di Indonesia, mulai dari kantor pemerintahan, kepolisian, perbankan, pelabuhan, bandara, pusat data, hingga gedung-gedung publik.

“Kami berharap penggunaan kaca keamanan seperti ini dapat menjadi standar pada berbagai fasilitas strategis di Indonesia sehingga aspek keselamatan masyarakat maupun perlindungan aset dapat semakin ditingkatkan melalui teknologi yang telah terbukti dan diakui secara internasional,” pungkas Adam.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme