KOMPASINDO.CO.ID, Nganjuk, 15 Mei 2026 — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia dan warisan sejarah perjuangan hak pekerja nasional.
Peresmian museum tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Persiapan acara dilakukan secara intensif oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa Museum Marsinah dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian kaum buruh dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.
Menurut Andi Gani, Marsinah memiliki hubungan historis yang kuat dengan gerakan serikat pekerja nasional karena pernah menjadi anggota SPSI saat bekerja di PT Catur Putra Surya. Sosoknya dikenal luas sebagai aktivis buruh yang berani menyuarakan aspirasi pekerja pada masanya.
Rangkaian kegiatan peresmian akan diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Marsinah yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta keluarga besar Marsinah.
Usai prosesi ziarah, Presiden Prabowo dijadwalkan menuju Museum Marsinah untuk melakukan penandatanganan prasasti peresmian dan meninjau fasilitas museum. Presiden juga direncanakan mengunjungi Monumen Patung Pahlawan Nasional Marsinah serta melihat langsung aktivitas UMKM yang dikelola para buruh di kawasan sekitar.
Museum Marsinah dibangun di atas lahan seluas hampir 1.000 meter persegi yang terdiri dari bangunan museum dan rumah singgah. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh sekaligus simbol penghormatan negara terhadap perjuangan pekerja Indonesia.
Peresmian Museum Marsinah dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat penghargaan terhadap sejarah gerakan buruh nasional serta menanamkan nilai perjuangan dan keadilan sosial kepada generasi muda Indonesia.

