Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tonggak Baru Sejarah Perjuangan Buruh Indonesia

Posted on 17 Mei 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Nganjuk, 15 Mei 2026 — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia dan warisan sejarah perjuangan hak pekerja nasional.

Peresmian museum tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Persiapan acara dilakukan secara intensif oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa Museum Marsinah dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian kaum buruh dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

Menurut Andi Gani, Marsinah memiliki hubungan historis yang kuat dengan gerakan serikat pekerja nasional karena pernah menjadi anggota SPSI saat bekerja di PT Catur Putra Surya. Sosoknya dikenal luas sebagai aktivis buruh yang berani menyuarakan aspirasi pekerja pada masanya.

Rangkaian kegiatan peresmian akan diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Marsinah yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta keluarga besar Marsinah.

Usai prosesi ziarah, Presiden Prabowo dijadwalkan menuju Museum Marsinah untuk melakukan penandatanganan prasasti peresmian dan meninjau fasilitas museum. Presiden juga direncanakan mengunjungi Monumen Patung Pahlawan Nasional Marsinah serta melihat langsung aktivitas UMKM yang dikelola para buruh di kawasan sekitar.

Museum Marsinah dibangun di atas lahan seluas hampir 1.000 meter persegi yang terdiri dari bangunan museum dan rumah singgah. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh sekaligus simbol penghormatan negara terhadap perjuangan pekerja Indonesia.

Baca Juga:  Heru Pramono, Ketua Panitia Munas XXI IKAHI 2025: Tegaskan Peran Hakim Bermartabat untuk Peradilan Hebat

Peresmian Museum Marsinah dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat penghargaan terhadap sejarah gerakan buruh nasional serta menanamkan nilai perjuangan dan keadilan sosial kepada generasi muda Indonesia.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme