Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

WMUU Public Expose 2026: Strategi Bangkit Widodo Makmur Unggas Genjot Ayam Petelur, Rights Issue Rp600 Miliar dan Bidik Ekspor Singapura

Posted on 2 April 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, Kamis (2/4/2026) – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menegaskan langkah besar transformasi bisnisnya dalam gelaran Public Expose 2026. Perseroan memaparkan strategi menyeluruh untuk memperkuat kinerja keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas pasar hingga ke ranah internasional di tengah dinamika industri perunggasan yang penuh tantangan.

Direktur Utama Ali Mas’adi menyampaikan bahwa industri unggas nasional tetap memiliki prospek yang menjanjikan, terutama karena kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani terus meningkat. Ia menegaskan bahwa WMUU berkomitmen untuk menangkap peluang tersebut melalui strategi yang adaptif dan berkelanjutan.

Menurutnya, tekanan yang terjadi pada tahun sebelumnya, seperti fluktuasi harga dan perubahan daya beli masyarakat, justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan pembenahan internal dan memperkuat fondasi bisnis.

Salah satu langkah strategis yang menjadi fokus utama pada tahun 2026 adalah pengembangan lini ayam petelur. Direktur Wahyu Andi Susilo menjelaskan bahwa perusahaan melakukan optimalisasi aset dengan mengonversi fasilitas produksi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi kandang ayam petelur.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus upaya meningkatkan produktivitas aset yang telah dimiliki tanpa harus melakukan ekspansi besar melalui pembangunan fasilitas baru.

Hasilnya mulai terlihat pada kinerja tahun 2025, di mana segmen ayam petelur berhasil mencatatkan kontribusi pendapatan sebesar Rp57 miliar atau tumbuh 11,76 persen secara tahunan. Kontribusi tersebut mencapai 7,6 persen dari total pendapatan perusahaan, menunjukkan bahwa lini ini memiliki potensi besar sebagai pendorong pertumbuhan ke depan.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan WMUU pada 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Perseroan mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 96 persen menjadi Rp740,93 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:  PT Kreasi Solusi Indoprima Perkuat Pasar Isolasi di Indonesia dengan Thermobreak Sekisui

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen karkas yang menjadi kontributor utama dengan nilai Rp643 miliar atau sekitar 86,8 persen dari total pendapatan. Selain itu, segmen DOC menyumbang Rp37 miliar, sementara lini pakan dan broiler komersial memberikan kontribusi tambahan meskipun masih relatif kecil.

Di sisi profitabilitas, perusahaan juga berhasil menekan kerugian. Rugi bersih tercatat turun menjadi Rp83,3 miliar atau membaik 31,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak lepas dari langkah efisiensi yang dilakukan secara konsisten oleh manajemen.

Wahyu Andi Susilo menekankan bahwa efisiensi biaya produksi dan pengendalian beban usaha menjadi kunci utama dalam menekan kerugian. Selain itu, peningkatan utilisasi aset juga memberikan dampak positif terhadap perbaikan kinerja secara keseluruhan.

Ia menambahkan bahwa perusahaan juga menerapkan standar animal welfare dalam operasional peternakan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga membuka peluang pasar baru, termasuk dari pelanggan internasional yang mensyaratkan standar kesejahteraan hewan.

Dalam rangka memperkuat struktur permodalan, WMUU merencanakan aksi korporasi melalui rights issue dengan target penghimpunan dana sebesar Rp600 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan sekaligus mendukung pengembangan bisnis.

Sebanyak Rp400 miliar akan dialokasikan untuk konversi utang menjadi ekuitas melalui skema debt to equity swap, sementara Rp200 miliar lainnya akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, khususnya pada segmen ayam petelur.

Manajemen menegaskan bahwa pada tahun 2026 perusahaan tidak akan melakukan belanja modal baru. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi aset yang telah ada agar dapat memberikan hasil yang maksimal dengan risiko yang lebih terukur.

Selain penguatan internal, WMUU juga mulai membuka peluang ekspansi ke pasar internasional. Direktur Tri Mahawijaya Herlambang mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengantongi sertifikasi animal welfare dari Singapore Food Agency.

Baca Juga:  Rakercab II IWAPI Jakarta Utara 2026 Perkuat Ketahanan Bisnis Perempuan, Satukan Sinergi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut menjadi modal penting untuk memasuki pasar Singapura, terutama ketika negara tersebut mengalami kekurangan pasokan protein ayam. Selain itu, WMUU juga tengah menjajaki peluang ekspor ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, ia mengakui bahwa ekspor dalam jangka pendek masih menghadapi tantangan, terutama karena tingginya kebutuhan pasar domestik yang membuat pasokan belum sepenuhnya mencukupi untuk ekspor dalam skala besar.

Di tengah ekspansi bisnis, WMUU juga tetap menunjukkan komitmen terhadap program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Perusahaan berkontribusi melalui kemitraan dengan pelaku UMKM yang terlibat dalam program tersebut.

Manajemen menilai bahwa kolaborasi dengan UMKM tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan berbagai strategi yang telah dirancang, WMUU optimistis dapat melanjutkan tren perbaikan kinerja pada tahun 2026. Kombinasi antara efisiensi, optimalisasi aset, penguatan modal, serta ekspansi pasar diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Ali Mas’adi menutup dengan menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan WMUU bukan sekadar untuk bertahan, tetapi untuk membangun perusahaan yang lebih tangguh, kompetitif, dan siap menghadapi dinamika industri di masa depan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor peternakan unggas terintegrasi, WMUU terus berkomitmen untuk menyediakan produk protein hewani berkualitas sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme