KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta — The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 resmi memasuki hari pertama pelaksanaan pada Rabu, 19 Agustus 2026, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC/JCC) Senayan, Jakarta.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sejak pagi para peserta dan undangan mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan IIGCE 2026. Aktivitas registrasi terlihat berlangsung di sejumlah loket yang telah disediakan panitia bagi peserta, tamu undangan, delegasi, maupun pihak terkait lainnya.
Rangkaian acara pembukaan atau opening ceremony IIGCE 2026 dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB. Prosesi tersebut akan dihadiri oleh awak media yang telah diundang, tamu VIP, tamu undangan, serta delegasi dari sejumlah instansi terkait.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, area pameran IIGCE 2026 untuk visitor atau pengunjung umum direncanakan mulai dibuka pada pukul 11.00 WIB.
IIGCE 2026 mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”. Tema tersebut menegaskan pentingnya energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi baseload dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat proses transisi energi di Indonesia.
Gelaran IIGCE 2026 juga menjadi momentum penting bagi industri panas bumi nasional karena mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, investor, akademisi, profesional, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan energi panas bumi.
Hingga berita ini diturunkan, proses registrasi peserta dan undangan serta persiapan menuju pembukaan resmi IIGCE 2026 masih berlangsung di lokasi. Antusiasme peserta dan pengunjung mulai terlihat sejak pagi di area penyelenggaraan acara.
IIGCE 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 19–21 Agustus 2026. Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan rangkaian konvensi dan agenda industri yang membahas pengembangan panas bumi serta kontribusinya terhadap ketahanan energi dan transisi energi nasional.
