KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 5 Mei 2026 — Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) sekaligus perwakilan PT Unogas Teknologi Indonesia, Thomas Nurhakim, menegaskan pentingnya percepatan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai solusi strategis untuk menggantikan LPG di Indonesia.
Thomas menilai, tantangan utama dalam pengembangan energi gas di Tanah Air bukan hanya pada ketersediaan sumber daya, tetapi pada kesiapan sistem distribusi yang harus disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas dan tersebar.
“Distribusi gas di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Untuk wilayah yang sudah memiliki jaringan pipa, itu tentu menjadi pilihan utama. Namun untuk daerah yang belum terjangkau, LNG dan CNG adalah solusi paling realistis dan efektif,” ujar Thomas.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan LNG dan CNG menjadi sangat penting untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum terhubung jaringan pipa gas. Menurutnya, fleksibilitas kedua teknologi tersebut menjadikannya unggul dalam mendukung pemerataan energi nasional.
Thomas juga menegaskan bahwa dari sisi teknologi, sistem distribusi gas saat ini sudah sangat aman dan telah memenuhi standar keselamatan internasional.
“Semua sistem, termasuk tabung gas dari berbagai ukuran, sudah mengacu pada standar keamanan global. Jadi masyarakat tidak perlu ragu, karena teknologi ini sudah terbukti aman dan digunakan secara luas,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi dalam pengembangan infrastruktur distribusi gas, termasuk desain tabung yang lebih aman dan stabil untuk penggunaan sehari-hari.
“Kami terus mengembangkan desain tabung agar lebih stabil, tidak mudah terguling, dan lebih aman digunakan. Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan energi yang efisien sekaligus aman bagi masyarakat,” tegas Thomas.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan gas bumi sebagai energi substitusi LPG, mengingat cadangan gas yang melimpah. Namun, optimalisasi pemanfaatannya membutuhkan dukungan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor agar distribusi energi dapat berjalan lebih merata.
Thomas berharap percepatan pengembangan CNG dan LNG dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat kemandirian energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG di masa mendatang.

