Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Sambut HUT Ke-81 RI, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adi Daya

Posted on 5 Agustus 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta, 5 Agustus 2026 – Ketua Bidang Perizinan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Ense DC Solapung, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan, mempercepat pembangunan nasional, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam demi kemakmuran rakyat.

Menurut Ense, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh elemen bangsa agar Indonesia mampu menjadi negara yang semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bekerja, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Sesuai motto APNI, ‘Negara Adi Daya, Masyarakat Sejahtera, Pengusaha Bahagia’, kami berharap cita-cita tersebut benar-benar dapat terwujud bagi rakyat, bangsa, dan negara Indonesia yang kita cintai,” ujar Ense yang juga Direktur perusahaan tambang nikel.

Ia menilai sektor pertambangan, khususnya komoditas nikel, memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, serta transisi energi yang tengah menjadi fokus dunia.

Karena itu, APNI terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri, memperkuat investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan penerimaan negara melalui tata kelola pertambangan yang lebih baik.

Ense mengatakan, sejalan dengan arahan Ketua Umum APNI, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat industri mineral kritis dunia apabila mampu membangun ekosistem pertambangan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Hilirisasi, menurutnya, tidak boleh berhenti pada pembangunan fasilitas pengolahan atau smelter, tetapi harus terus didorong hingga menghasilkan produk manufaktur dan produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga:  YAVA Gemparkan ISFEX 2025: Granola Lokal Enak dan Sehat Jadi Incaran Pengunjung di ICE BSD City

“Indonesia memiliki cadangan mineral yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui industrialisasi, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing nasional,” katanya.

Selain memperkuat hilirisasi, APNI juga memandang penyempurnaan tata niaga mineral menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah implementasi formula terbaru Harga Patokan Mineral (HPM).

Menurut APNI, penyempurnaan formula HPM perlu dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan perkembangan harga pasar global, kondisi industri nasional, serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Formula yang tepat diharapkan mampu memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus menjaga optimalisasi penerimaan negara.

APNI juga terus mendorong penguatan sistem perdagangan mineral nasional melalui pembentukan Bursa Mineral Indonesia. Keberadaan bursa tersebut diyakini dapat menciptakan mekanisme pembentukan harga yang lebih transparan, meningkatkan efisiensi perdagangan, memperkuat pengawasan transaksi, memberikan kepastian usaha, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri pertambangan Indonesia.

Di sisi lain, APNI mendukung penguatan tata kelola mineral kritis dan mineral strategis sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok mineral dunia. Menurut Ense, regulasi yang adaptif, kepastian hukum, transparansi, dan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan industri pertambangan yang berkelanjutan.

APNI juga menilai pengembangan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta inovasi di sektor pertambangan harus terus diperkuat agar industri mineral Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Ense menegaskan bahwa APNI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dengan memberikan berbagai masukan yang konstruktif guna mendukung terwujudnya tata kelola pertambangan yang modern, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Baca Juga:  Rendang Gadih Go Internasional, Pertamina Bantu UMKM Kuliner Indonesia Tembus Pasar Ekspor di InaBuyer 2026

“Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini harus dikelola secara bijaksana, profesional, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang berdaulat dalam pengelolaan mineral, memiliki industri yang kuat, masyarakat yang semakin sejahtera, dan dunia usaha yang tumbuh sehat sesuai semangat APNI, yaitu Negara Adi Daya, Masyarakat Sejahtera, Pengusaha Bahagia,” tutup Ense DC Solapung.

Pos Terbaru

  • Sambut HUT Ke-81 RI, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adi Daya
  • PPAK Indonesia: IndoBeauty Expo 2026 Jadi Gerbang Produk Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Global
  • ILF Expo dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 210 Peserta dari 14 Negara untuk Perkuat Industri Kulit, Alas Kaki, Tekstil, dan Garmen Indonesia
  • IndoBeauty Expo 2026 Resmi Digelar di JIExpo, Hadirkan 65 Peserta dari 8 Negara untuk Perkuat Industri Kecantikan Indonesia
  • PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Debut di Indo Beauty Expo 2026, Suhaidiar Sulaiman: Kepercayaan Jadi Fondasi Utama Bisnis Maklon Kosmetik
  • Indo Leather & Footwear Expo 2026 dan Indo Garment & Textile Expo 2026 Resmi Dibuka Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Perkuat Daya Saing Industri Nasional Menuju Pasar Global
  • Qimtronics Tampilkan Solusi Digital Healthcare Berbasis AI di Indohealthcare GAKESLAB Expo 2026
  • Menteri Kesehatan Resmi Buka Indohealthcare GAKESLAB Expo 2026, Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional
  • Muhammad Fuad Nasar: Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo Masih Menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Indonesia
  • Prof. Yudhie Haryono: Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo Kunci Mewujudkan Ekonomi Nasional Berlandaskan Pasal 33 UUD 1945
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme