KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 5 Mei 2026 — Kiprah UMKM kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian di pasar internasional. Rendang Gadih, usaha kuliner asal Payakumbuh, Sumatera Barat, sukses memperluas pasar hingga ke berbagai negara seperti Australia, Jerman, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Keberhasilan tersebut disampaikan langsung oleh Co-Founder Rendang Gadih, Brigita Lydia Syahniva, saat menghadiri InaBuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa usaha yang dibangunnya bersama sang suami, Dedy Syandera Putera selaku Founder, terus berkembang berkat inovasi produk dan dukungan pembinaan dari PT Pertamina (Persero).
Menurut Brigita, perjalanan Rendang Gadih dalam meningkatkan kualitas usaha dimulai sejak mengikuti program PFpreneur pada 2025. Dari program tersebut, usaha mereka terus mendapatkan pendampingan hingga masuk ke tahap pengembangan lanjutan melalui program Pertapreneur Aggregator.
“Kami mendapatkan banyak manfaat dari pembinaan yang dilakukan Pertamina. Tidak hanya pelatihan online, tetapi juga pendampingan langsung ke tempat produksi sehingga kualitas produk dan proses usaha bisa terus meningkat,” ungkap Brigita.
Melalui program pembinaan tersebut, kapasitas produksi Rendang Gadih mengalami pertumbuhan signifikan. Produk mereka juga semakin dikenal luas setelah mengikuti berbagai pameran nasional maupun internasional, termasuk Trade Expo Indonesia yang membuka peluang pasar ekspor lebih besar.
Meski berhasil menembus pasar global, Brigita menegaskan bahwa Rendang Gadih tetap mempertahankan cita rasa autentik khas Minangkabau sebagai identitas utama produknya. Resep tradisional keluarga tetap dipertahankan, dengan penyesuaian tingkat kepedasan agar lebih diterima konsumen nasional maupun internasional.
Saat ini, Rendang Gadih menghadirkan beragam produk, mulai dari rendang sapi iris, rendang sapi suwir, rendang ayam, rendang jamur, hingga bumbu rendang instan. Produk-produk tersebut dipasarkan melalui platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, serta telah tersedia di sejumlah pusat perbelanjaan modern termasuk AEON Mall.
Tak hanya fokus pada pasar domestik, Rendang Gadih juga aktif melakukan ekspor secara rutin ke sejumlah negara. Hal ini menjadi bukti bahwa produk kuliner lokal Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global apabila didukung inovasi dan pembinaan yang tepat.
Dalam kesempatan terpisah, Novis Irawan menjelaskan bahwa keikutsertaan Pertamina dalam InaBuyer Expo merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar UMKM binaan agar dapat masuk ke rantai pengadaan BUMN.
Ia menyampaikan bahwa UMKM yang tampil dalam pameran tersebut telah melalui proses kurasi dan seleksi sehingga dinilai siap bersaing di pasar yang lebih luas melalui platform PaDi UMKM.
“Lewat platform PaDi UMKM, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk terhubung dengan kebutuhan pengadaan BUMN tanpa harus langsung memenuhi seluruh standar vendor skala besar,” jelasnya.
Menurutnya, InaBuyer Expo diharapkan mampu menciptakan transaksi bisnis nyata sekaligus memperkuat kapasitas UMKM Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Kesuksesan Rendang Gadih menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara BUMN dan pelaku UMKM dapat mendorong produk lokal naik kelas, sekaligus membawa kuliner khas Indonesia semakin dikenal di pasar dunia.

