KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — PT Central Omega Resources Tbk (COR) memaparkan kinerja operasional dan keuangan tahun buku 2025 sekaligus proyeksi bisnis tahun 2026 dalam ajang Public Expose yang digelar di Ballroom AG, Gedung Artha Graha Lantai Dasar, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/4) sore.
Kegiatan ini dipandu oleh Yohanes Supriyadi selaku Corporate Secretary perusahaan dan dihadiri jajaran manajemen, termasuk Direktur Andi Jaya. Forum ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga transparansi informasi kepada publik dan para pemegang saham, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh atas capaian kinerja serta arah strategis perusahaan ke depan.
Dalam pemaparannya, Direktur Andi Jaya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, kinerja COR menunjukkan pertumbuhan yang solid dan konsisten di berbagai lini usaha. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak hanya mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan ekspansi dan pengembangan usaha pada tahun-tahun berikutnya.
Dari sisi operasional, sepanjang 2025 COR mencatatkan produksi bijih nikel sebesar 2.929.515 ton, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2.952.538 ton. Meski produksi cenderung stagnan, dari sisi penjualan terjadi peningkatan yang signifikan. Volume penjualan bijih nikel mencapai 3.029.284 ton, naik dari 2.597.913 ton pada 2024 atau tumbuh sebesar 16,60 persen. Kenaikan ini mencerminkan optimalisasi distribusi serta meningkatnya permintaan pasar terhadap komoditas nikel.
Tidak hanya itu, kinerja segmen batu kapur juga menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Produksi batu kapur tercatat sebesar 418.438 ton, meningkat drastis 165,79 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 157.581 ton. Dari sisi penjualan, volume batu kapur mencapai 252.734 ton atau naik 73,96 persen dari sebelumnya 145.280 ton. Diversifikasi usaha ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat struktur bisnis perusahaan serta mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama.
Dari sisi keuangan, kinerja COR sepanjang 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp1.576.178 juta atau setara Rp1,57 triliun, meningkat 7,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.461.186 juta. Di saat yang sama, perusahaan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban pokok penjualan menjadi Rp792.584 juta dari Rp829.793 juta pada 2024, atau turun 4,48 persen.
Efisiensi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan laba kotor yang melonjak 24,11 persen menjadi Rp783.594 juta dari sebelumnya Rp631.393 juta. Sementara itu, laba bersih perusahaan mengalami peningkatan signifikan sebesar 38,44 persen menjadi Rp574.392 juta dibandingkan Rp414.900 juta pada tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih ini turut mendorong peningkatan laba per saham (EPS) menjadi Rp104,02 dari Rp66,41 pada 2024, atau tumbuh sebesar 56,63 persen. Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp3.089.049 juta atau sekitar Rp3,08 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2.540.822 juta. Ekuitas juga meningkat signifikan sebesar 45 persen menjadi Rp1.228.743 juta, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp1.860.306 juta atau naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam aspek fundamental, COR juga didukung oleh cadangan sumber daya yang kuat untuk menjamin keberlanjutan operasional jangka panjang. Total sumber daya bijih nikel tercatat sebesar 183 juta WMT, yang terdiri dari limonit sebesar 121 juta WMT dan saprolit sebesar 62 juta WMT. Sementara itu, total cadangan (reserves) mencapai 93 juta WMT.
Selain komoditas nikel, perusahaan juga memiliki cadangan batu kapur sebesar 29 juta WMT melalui entitas anak usaha, yakni PT Afit Lintas Jaya dengan cadangan 6 juta WMT dan PT Bumi Bintang Silika sebesar 23 juta WMT. Cadangan tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan produksi serta mendukung strategi ekspansi perusahaan ke depan.
Dari sisi kepemilikan saham, struktur pemegang saham COR saat ini didominasi oleh PT Jinsheng Mining dengan porsi kepemilikan sebesar 61,63 persen. Sementara itu, publik memegang 35,61 persen saham dan manajemen perusahaan sebesar 2,76 persen. Jumlah saham yang beredar tercatat sebanyak 5.638.246.600 lembar.
Kinerja saham perusahaan sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif. Harga saham COR yang berada di level Rp236 per saham pada Januari 2025, meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp725 per saham pada Desember 2025. Sejalan dengan kinerja yang kuat tersebut, perusahaan tetap konsisten dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Untuk tahun buku 2025, COR menetapkan dividen sebesar Rp70 per saham dengan rasio dividen mencapai 68 persen.
Memasuki tahun 2026, manajemen COR menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan berbagai proyeksi kinerja yang telah disusun secara matang. Penjualan bijih nikel ditargetkan mencapai 1.926.378 WMT, dengan pendapatan sebesar Rp1.573.281 juta atau sekitar Rp1,6 triliun. Laba bersih diproyeksikan mencapai Rp628.886 juta atau setara Rp628,9 miliar.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan EBITDA sebesar Rp815.517 juta serta laba per saham (EPS) sebesar Rp111,54. Target-target tersebut disusun dengan mempertimbangkan dinamika pasar global, tren permintaan nikel, serta strategi efisiensi dan optimalisasi operasional yang terus diperkuat oleh perusahaan.
Dengan capaian kinerja yang solid sepanjang 2025 serta strategi yang terarah untuk tahun 2026, manajemen PT Central Omega Resources Tbk menyatakan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan, memperkuat posisi di industri pertambangan, serta terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

