KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA — Suasana sibuk terlihat di Dermaga Kapal Pengawas, PPS Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, pada Sabtu, pagi, 6 Desember 2025. Kapal Pengawas Perikanan KP. Orca 05 tengah dipersiapkan untuk mengangkut bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, hadir langsung di lokasi bersama Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono, beserta jajaran pejabat KKP untuk melepas keberangkatan bantuan.

Dalam keterangan kepada awak media, Menteri Trenggono menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan trip keenam yang dilakukan KKP. Armada pengawas perikanan telah menembus wilayah yang terisolir agar bantuan bisa cepat sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan.
“Total bantuan yang dikirim hari ini sekitar 27 ton. Isinya beragam, mulai dari makanan siap saji, nasi gulung, mi instan, beras, telur, ikan kaleng, pampers, hingga pakaian. Semua disiapkan agar bisa langsung dimanfaatkan masyarakat terdampak,” kata Menteri Trenggono.
Ia menambahkan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta inisiatif bantuan yang dikumpulkan oleh influencer Atta Halilintar. Selain itu, masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan juga secara sukarela menitipkan berbagai barang untuk disalurkan ke warga terdampak.
Selain KP. Orca 05 ada 30 kapal pengawas lainnya yang turut mengirimkan bantuan menuju tiga titik utama distribusi bantuan, yaitu Sibolga, Lhokseumawe, dan Langsa. Selain kapal, KKP juga menggunakan satu pesawat pengintai untuk membantu memantau rute dan mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Menteri Trenggono juga menjelaskan koordinasi dengan BNPB dan masyarakat lokal dalam penyediaan dapur umum. Beberapa bahan pangan dapat langsung dimasak di dapur umum, sementara sebagian lainnya berupa makanan siap saji. Tim Satgas KKP di lapangan menggunakan perangkat Starlink di titik-titik dengan komunikasi terbatas, sehingga kebutuhan paling mendesak masyarakat bisa segera diketahui dan dipenuhi.
Selain memantau logistik, kesiapan kapal, kru, dan muatan bantuan juga diperiksa secara cermat sebelum keberangkatan. Lebih dari 4.500 penyuluh KKP di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sumatra, siap mendukung distribusi dan pemantauan kebutuhan masyarakat.
Menteri Trenggono menyampaikan, “Hari ini kami melepas bantuan untuk saudara-saudara kita di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Semua bantuan ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dan masyarakat, termasuk inisiatif dari Atta Halilintar. KKP hadir untuk Sumatra, bersama kita pulihkan Sumatra, bersama kita bangkit lebih kuat.”pungkasnya.
Rencananya Setelah semua muatan terangkut, KP. Orca 05 akan meninggalkan dermaga. Dalam perjalanan dua hari, bergerak menuju masyarakat terdampak, Pelepasan ini menunjukkan kesiapan KKP dalam menyalurkan bantuan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.

