Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Nusahorti 2026 Resmi Dibuka, Kementan Dorong Produk Hortikultura Indonesia Mendunia Melalui Inovasi dan Hilirisasi

Posted on 14 Juni 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Tangerang – Pameran Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 resmi dibuka pada Jumat (12/6) di Hall 7, 8, 9, dan 10 ICE BSD City, Tangerang. Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, pelaku usaha, akademisi, peneliti, investor, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura di Indonesia.

Mengusung tema “Richness in Diversity”, Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 menghadirkan berbagai produk unggulan, teknologi, inovasi, peluang investasi, hingga program pengembangan industri berbasis sumber daya lokal. Pameran ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, petani, dan komunitas dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Salah satu area yang menjadi perhatian pengunjung adalah booth Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di Hall 8. Berbagai komoditas unggulan hortikultura dari sejumlah daerah ditampilkan mulai dari buah-buahan, sayuran, tanaman hias, tanaman obat, hingga beragam produk olahan hasil hortikultura yang memiliki nilai tambah tinggi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Hotman Fajar Simanjuntak, S.T., M.M., dalam wawancara dengan awak media di sela-sela pameran menjelaskan bahwa keikutsertaan Direktorat Jenderal Hortikultura dalam Nusahorti 2026 merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan penyelenggara untuk memperluas promosi komoditas hortikultura Indonesia kepada masyarakat maupun pasar internasional.

Menurutnya, selama ini Nusatic telah dikenal luas sebagai pameran ikan hias yang memiliki jaringan internasional. Kehadiran Nusahorti menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan komoditas hortikultura Indonesia yang tidak kalah potensial untuk menembus pasar dunia.

“Kolaborasi ini menjadi langkah yang sangat baik karena Nusatic sudah memiliki reputasi internasional. Melalui Nusahorti, kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki komoditas hortikultura yang sangat beragam dan bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya produk segar, tetapi juga produk-produk olahan yang memiliki daya saing dan peluang pasar yang besar,” ujar Hotman.

Baca Juga:  Citra Putra Realty (CLAY) Gelar RUPS 2024, Fokus Perkuat Modal dan Strategi Bisnis

Di booth Direktorat Jenderal Hortikultura, pengunjung dapat melihat berbagai produk hasil binaan Kementerian Pertanian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain buah dan sayuran segar, sejumlah produk hilirisasi turut dipamerkan seperti keripik buah, olahan lidah buaya, produk herbal, minuman kesehatan, serta berbagai inovasi pangan berbasis komoditas hortikultura.

Hotman menjelaskan bahwa pengembangan produk olahan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas pasar bagi petani dan UMKM hortikultura.

“Kita ingin menunjukkan bahwa hortikultura tidak hanya berhenti pada hasil panen segar. Melalui pengolahan, nilai ekonominya bisa meningkat berkali-kali lipat. Inilah yang terus kita dorong kepada para petani dan pelaku UMKM agar mampu melakukan hilirisasi produk sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura saat ini membina sekitar 560 jenis komoditas hortikultura yang terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari buah-buahan, sayuran, tanaman hias, hingga tanaman obat.

“Kalau berbicara hortikultura, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Saat ini terdapat sekitar 560 jenis komoditas hortikultura binaan yang mencakup buah, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Itu belum termasuk varietas-varietas yang jumlahnya jauh lebih banyak. Potensi inilah yang terus kita kembangkan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.

Produk-produk yang dipamerkan dalam Nusahorti 2026 berasal dari berbagai daerah sentra produksi yang dipilih berdasarkan kualitas, keunggulan, dan kesiapan pasar. Kehadiran para petani, kelompok tani, UMKM, dan pelaku usaha dari berbagai provinsi diharapkan mampu memperkenalkan keragaman komoditas Indonesia kepada pengunjung maupun calon mitra bisnis.

Selain menjadi sarana promosi, pameran ini juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi sektor hortikultura nasional. Melalui berbagai kegiatan pendampingan, pembinaan, dan fasilitasi promosi, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas produk agar memenuhi standar pasar domestik maupun ekspor.

Baca Juga:  Kapolda Kaltara Tinjau Lahan Proyek Ketahanan Pangan Nasional di Bulungan

Hotman menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan para pelaku usaha, UMKM, kelompok tani, akademisi, serta lembaga penelitian guna meningkatkan produktivitas dan mutu komoditas hortikultura Indonesia.

“Kita ingin seluruh potensi hortikultura Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi. Dukungan teknologi, riset, inovasi, dan promosi harus berjalan bersama. Dengan kualitas yang unggul dan mutu yang terjamin, produk hortikultura Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah komoditas hortikultura yang sudah mengalami surplus produksi dan memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor. Namun demikian, peningkatan kualitas, kontinuitas pasokan, standarisasi produk, dan penguatan kelembagaan petani tetap menjadi fokus utama yang harus terus dikembangkan.

Ke depan, Kementerian Pertanian berharap penyelenggaraan Nusahorti dapat menjadi agenda rutin yang semakin besar dan dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

“Harapan kami tentu Nusahorti semakin berkembang dari tahun ke tahun. Gaungnya harus semakin luas, tidak hanya dikenal di kalangan pelaku usaha tetapi juga oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Kita ingin produk hortikultura Indonesia semakin mendunia dan menjadi kebanggaan bangsa,” tutur Hotman.

Kehadiran Direktorat Jenderal Hortikultura dalam Nusahorti 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi sektor hortikultura melalui penguatan produksi, hilirisasi, inovasi teknologi, promosi, serta perluasan akses pasar. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sektor hortikultura Indonesia diyakini akan semakin berkembang sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan, peningkatan ekspor, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Nusahorti 2026 menjadi panggung yang menampilkan kekayaan komoditas hortikultura Nusantara sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara petani, UMKM, pemerintah, dunia usaha, dan investor dalam membangun masa depan hortikultura Indonesia yang maju, modern, dan berdaya saing global.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi A DPRD Yalimo Yonatan Hisanggen Hadiri Bimtek PBB, Targetkan Tambah Kursi 2029

Press release ini sudah disusun dengan format media, alur berita yang rapi, serta judul SEO-friendly yang menonjolkan kata kunci “Nusahorti 2026”, “Kementan”, dan “produk hortikultura Indonesia mendunia”.

Pos Terbaru

  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
  • myBCA JSD Blok M Festival 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Lebih dari 11 Zona Kreatif dan Pengalaman Urban Terbesar di Jakarta
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme