KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-10 yang digelar di Mercure Convention Ancol, Jakarta, akhirnya menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Keputusan tersebut diambil setelah 30 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menyatakan dukungannya secara bulat.
Salah satu dukungan datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Sorong. Ketua DPC PPP Sorong, Ruslan Rasid, yang juga anggota DPRD Kabupaten Sorong, menegaskan alasan pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Mardiono.
“Dedikasi, perjuangan, dan loyalitas Pak Mardiono terhadap PPP tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal beliau menunjukkan komitmen yang luar biasa untuk membesarkan partai,” ujar Ruslan kepada awak media di lokasi acara, Sabtu (27/9/2025).
Ruslan mencontohkan salah satu bentuk loyalitas Mardiono, yakni ketika menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Suharso Monoarfa dalam kondisi kas partai yang sangat minim. “Saat itu kas PPP tidak lebih dari Rp20 juta. Namun beliau tetap teguh berjuang untuk menghidupkan dan membesarkan partai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ruslan menyebut Mardiono adalah sosok yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus terus melakukan konsolidasi hingga ke daerah-daerah, termasuk wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, langkah itu menjadi bukti kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput.
“Pak Mardiono rutin turun langsung menyapa kader di berbagai daerah. Itu bukti nyata komitmennya untuk membawa PPP kembali besar. Saya yakin beliau sosok pemimpin yang mampu bertransformasi demi kejayaan partai dan bangsa,” tambahnya.
Ruslan juga menekankan bahwa turunnya perolehan suara PPP dalam Pemilu 2014 dan 2019 tidak bisa dijadikan alasan untuk meragukan kepemimpinan Mardiono. Sebaliknya, ia menilai kehadiran Mardiono justru memberi harapan baru.
“Kita butuh tokoh yang loyal dan berdedikasi. Mari kita dukung perjuangan beliau melanjutkan transformasi PPP untuk Indonesia, sebagaimana tema Muktamar X kali ini,” pungkasnya.

