KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta – Peluncuran buku “Sagu Indonesia: Untuk Kedaulatan Pangan Nasional dan Dunia” berlangsung meriah di Gedung Bappenas RI, Jumat (17/10). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., dan Wakil Menteri Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, S.I.P., M.A., yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan ekosistem sagu nasional sebagai bagian dari kedaulatan pangan Indonesia.
Salah satu penulis buku, Jenny Widjaja, yang juga dikenal sebagai pendiri Sagolicious, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkolaborasi dalam proyek besar nasional ini. Menurutnya, sagu bukan sekadar bahan pangan tradisional, melainkan simbol kemandirian pangan dan kekayaan hayati Nusantara yang potensinya luar biasa untuk pasar global.
“Sagu adalah identitas dan kekuatan pangan kita. Jika dikembangkan serius melalui inovasi dan riset, sagu bisa menjadi komoditas strategis dunia,” ujar Jenny di sela acara peluncuran. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas profesi antara peneliti, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam memperkuat rantai nilai sagu dari hulu ke hilir.
Acara peluncuran yang diprakarsai oleh Bappenas ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap hilirisasi komoditas sagu, sejalan dengan arah pembangunan nasional 2020–2024 yang menempatkan sagu sebagai bagian penting ketahanan pangan dan penggerak ekonomi daerah.
Menariknya, seluruh hidangan dalam acara ini disajikan dari bahan dasar sagu. Mulai dari sagu bakar, martabak mie sagu, bubur sagu, hingga kopi sagu khas Sagolicious, menjadi simbol konkret bahwa pangan lokal bisa diolah modern dan bernilai tinggi.
Menteri dan Wakil Menteri Bappenas mengapresiasi upaya para penulis yang berhasil menghadirkan gagasan nyata tentang peran sagu dalam membangun kemandirian pangan nasional. Mereka juga menegaskan pentingnya riset, inovasi, serta kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal agar ekosistem sagu terus tumbuh berkelanjutan.
Buku ini menjadi seri kedua dari proyek “Palma Tropika Indonesia untuk Dunia”, setelah sebelumnya diluncurkan buku seri pertama bertema sawit. Melalui dukungan penuh Bappenas, Jenny Widjaja bersama rekan penulis berharap buku ini dapat menginspirasi generasi muda dan pemangku kebijakan untuk menempatkan sagu sebagai pangan strategis masa depan Indonesia dan dunia.

