KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, Krista Exhibitions menggelar konferensi pers untuk empat pameran internasional sekaligus, yaitu ALLPrint Indonesia 2025, PRO AVL Indonesia 2025, ALLPack Indonesia 2025, dan SIAL InterFOOD 2025. Acara ini berlangsung di Hotel Gran Meliá Jakarta, Jimbaran Ballroom, Jumat (3/10/2025).
Konferensi pers ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Reni Yunita, jajaran ketua asosiasi terkait, mitra bisnis, serta 99 perwakilan media nasional, juga Chief Marketing Officer PT. Kristamedia Pratama Christina Sudjie.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini Krista menghadirkan konsep “Four in One Press Conference” dengan menggabungkan empat pameran besar dalam satu momentum. Biasanya, hanya dua pameran yang digabungkan dalam satu acara.
“Sepanjang tahun 2025 Krista telah menggelar 12 hingga 13 pameran, dan tahun depan jumlahnya akan bertambah menjadi sekitar 14 hingga 15 pameran, termasuk di kota-kota baru yang belum pernah kami masuki. Untuk pertama kalinya kami menyatukan empat pameran besar sekaligus,” ujar Daud.
ALLPrint Indonesia 2025 menampilkan perkembangan terbaru dalam teknologi percetakan modern, mulai dari cetak digital di atas kertas, plastik, kaca, kayu, hingga bahan inovatif lain yang kini digunakan di industri kreatif, fashion, arsitektur, hingga dekorasi interior. Pameran ini akan diikuti lebih dari 500 peserta dari 20 negara.
Selain itu, ALLPack Indonesia 2025 hadir menampilkan solusi teknologi kemasan dan pengolahan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri e-commerce, logistik, serta produk pangan dan nonpangan. Tahun ini jumlah peserta meningkat hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
SIAL InterFOOD 2025 akan menjadi puncak pameran industri makanan dan minuman internasional pada November mendatang. Pameran ini menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari 30 negara, termasuk 200 UMKM Indonesia. Berbagai kompetisi juga akan digelar, mulai dari lomba kopi, teh, hingga kompetisi memasak internasional yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.
Sementara itu, PRO AVL Indonesia 2025 menjadi wadah teknologi audio, visual, dan pencahayaan profesional. Pameran ini akan menghadirkan berbagai inovasi terbaru untuk mendukung industri hiburan, event, dan pertunjukan musik di Indonesia.
Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yunita, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Krista Exhibitions atas konsistensinya mendukung perkembangan industri nasional.
“Pameran ini menjadi bukti bahwa industri kecil, menengah, dan aneka mampu menunjukkan kinerja yang kuat, bahkan setara dengan industri besar. Dari 1.500 peserta, hampir 200 di antaranya adalah pelaku IKM. Kehadiran mereka menunjukkan kontribusi IKM yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Reni.
Ia menambahkan bahwa kemasan produk menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri, terutama bagi sektor makanan dan minuman. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Krista Exhibitions optimistis keempat pameran internasional ini mampu menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha, baik dalam memperluas jejaring bisnis maupun memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke pasar dunia.

