Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Koperasi Dorong Mobil Rakyat Masuk Desa: Ketua Umum Induk KUD Portasius Nggedi Siap Fasilitasi Produksi dan Distribusi Nasional

Posted on 12 Desember 2025

KOMPASINDO.CO.ID, Ice BSD City, Tangerang – Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD) Portasius Nggedi menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan ekonomi desa melalui program mobil rakyat yang tengah digagas bersama sejumlah mitra industri otomotif nasional. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara bersama awak media saat menghadiri Pameran Aksesori Otomotif Internasional CIAAF Indonesia ke-23 (CIAAF 2025) yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang, Jumat (12/12).

Portasius menjelaskan bahwa mobil rakyat merupakan jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat desa, khususnya para pelaku usaha kecil yang selama ini masih mengandalkan gerobak untuk berdagang. Menurutnya, model kendaraan boks kecil hingga multiguna dapat membuka peluang usaha baru dan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, hingga produksi rumah tangga.

“Kendaraan-kendaraan yang kita lihat hari ini bukan sekadar mobil untuk keluarga di kota. Ini mobil yang bisa digunakan masyarakat desa untuk berdagang, mengangkut hasil panen, atau berkeliling menjual barang. Banyak desa sebelumnya masih pakai gerobak. Dengan mobil box yang bisa dibuka untuk berjualan, mereka bisa naik kelas,” ujar Portasius.

Portasius menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai fasilitator penyediaan kendaraan tersebut, terutama dalam aspek pembiayaan dan pemerataan distribusi hingga ke pelosok desa. Dengan jaringan Induk KUD yang menaungi 9.436 KUD di seluruh Indonesia serta jumlah anggota yang mencapai jutaan orang atau kepala keluarga, potensi kebutuhan kendaraan multiguna di wilayah pedesaan dinilai sangat besar.

“Satu KUD saja memiliki anggota ribuan. Jika setiap KUD dapat memfasilitasi satu unit mobil operasional di tahap awal, itu sudah membuka akses ekonomi bagi banyak warga. KUD hadir untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan produsen. Ini bagian dari ekonomi kerakyatan yang nyata,” tegasnya.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen, Tandai Babak Baru Kepemimpinan Papua 2025–2030

Ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kawasan industri Cikarang, untuk memastikan kesiapan produksi dan perakitan. Sejumlah daerah disebutnya bahkan telah menyediakan lahan untuk pembangunan bengkel dan sentra layanan purna jual berbasis desa.

“Kami sudah siapkan skema kerja sama. Ada daerah yang menyediakan lahan untuk bengkel, dan di kawasan industri Cikarang sedang disiapkan produksi mesin. Nantinya masyarakat desa bisa mendapat layanan perbaikan yang cepat melalui jaringan purna jual koperasi,” jelasnya.

Mengenai harga, Portasius menyampaikan bahwa angka final belum ditetapkan karena masih menunggu perhitungan bersama pemerintah dan pihak industri. Namun, ia menyebut kisaran sekitar Rp50 juta dinilai memungkinkan untuk produksi massal kategori mobil multiguna.

“Harga tergantung keputusan pemerintah dan hitungan industri. Prinsipnya mobil rakyat harus terjangkau. Kalau bisa di bawah Rp50 juta untuk varian dasar, itu sangat membantu masyarakat desa,” katanya.

Portasius juga menekankan pentingnya penggunaan komponen lokal. Meski beberapa komponen masih memerlukan kerja sama dengan pabrikan luar negeri, target jangka panjang adalah memaksimalkan produksi dalam negeri melalui pemberdayaan koperasi serta industri kecil dan menengah.

“Spare part sedang kita desain agar lebih banyak diproduksi lokal. Kita ingin industri desa bergerak, bukan hanya membeli. Ada potensi desa-desa tertentu menjadi sentra komponen tertentu. Ini membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program mobil rakyat merupakan program pemerintah yang akan terus dikembangkan dengan pendekatan kolaborasi antara koperasi, industri, dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian yang sebelumnya telah menjalankan program kendaraan multiguna untuk mendukung mekanisasi di tingkat desa.

Mengakhiri wawancara, ia menegaskan pentingnya pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pertumbuhan tidak boleh hanya di kota. Masyarakat desa harus merasakan fasilitas dan teknologi yang sama. Mobil rakyat ini adalah langkah penting untuk mengakselerasi ekonomi desa,” tutupnya. (Hs)

Pos Terbaru

  • Wellous Indonesia Sabet APEA 2026 Fast Enterprise Award, Henry Yotania Tegaskan Kesuksesan Berkat Kolaborasi Seluruh Tim
  • APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Indonesia di Chemical Indonesia 2026, Halim Chandra: Saatnya Tingkatkan Produk Bernilai Tambah
  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme