JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, 26 Juli 2025 – Bank Aset Nusantara Indonesia (BANI) menorehkan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan energi terbarukan nasional. Komisaris Utama BANI, Prof. Tubagus Baharuddin, SE, MM, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan salah satu perusahaan energi terkemuka asal Brunei Darussalam untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.
Proyek yang dikategorikan sebagai mega proyek energi hijau ini memiliki nilai investasi sebesar Rp3,6 triliun, menjadikannya salah satu inisiatif energi terbarukan terbesar di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2025.
Penandatanganan MoU dilaksanakan dalam acara resmi di Jakarta, disaksikan oleh jajaran direksi, perwakilan pemerintah, pelaku industri energi, serta mitra strategis dari dalam dan luar negeri.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata Bank Aset Nusantara Indonesia dalam memperkuat komitmen terhadap energi bersih dan berkelanjutan. Kami menyambut baik kehadiran investor dari Brunei yang memiliki visi sejalan dalam mendukung masa depan hijau Indonesia,” ungkap Prof. Tubagus Baharuddin, SE, MM.
PLTS yang direncanakan akan dibangun menggunakan teknologi panel surya canggih dan sistem jaringan pintar (smart-grid), ditargetkan mampu memasok kebutuhan listrik berskala besar dan memperkuat infrastruktur energi nasional. Lokasi pembangunan proyek tengah dalam proses pemetaan dan akan difokuskan di daerah dengan potensi radiasi matahari tinggi.
Selain mendorong ketahanan energi, proyek ini juga diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru dan mendukung agenda pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Bank Aset Nusantara Indonesia melalui kerja sama ini menunjukkan peran aktif sebagai institusi keuangan nasional yang tidak hanya fokus pada sektor pembiayaan konvensional, tetapi juga menjadi bagian dari solusi transformasi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

