Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Ketua KNPI Intan Jaya Marius Jagani Soroti Dugaan Pelanggaran HAM, Minta Aparat Dievaluasi

Posted on 3 Juli 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Kabupaten Intan Jaya – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Intan Jaya, Marius Jagani, S.Sos., menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi keamanan di wilayah Intan Jaya menyusul adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Ia meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas aparat keamanan yang bertugas di daerah tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, Marius mengaku prihatin atas informasi yang diterima KNPI terkait dugaan penyiksaan terhadap dua warga sipil di Kabupaten Intan Jaya. Menurutnya, apabila informasi tersebut terbukti benar, maka kasus tersebut harus diproses secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami sangat menyesalkan apabila benar terjadi tindakan yang mengakibatkan masyarakat sipil menjadi korban. Aparat keamanan memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, sehingga setiap dugaan pelanggaran harus diusut secara profesional dan terbuka,” ujar Marius.

Ia menilai evaluasi terhadap aparat keamanan, khususnya personel nonorganik yang bertugas di Kabupaten Intan Jaya, penting dilakukan agar pelaksanaan tugas pengamanan tetap berjalan sesuai aturan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain meminta evaluasi kepada pemerintah pusat, Marius juga mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, termasuk perwakilan Komnas HAM di Papua, untuk turun langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan atas dugaan peristiwa tersebut.

Menurutnya, kehadiran Komnas HAM diperlukan untuk memperoleh fakta yang objektif sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

“Masyarakat membutuhkan kepastian hukum. Karena itu kami berharap Komnas HAM dapat melakukan investigasi secara independen agar semua fakta dapat terungkap dengan jelas,” katanya.

Marius menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dalam situasi keamanan apa pun. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk hidup, memperoleh rasa aman, serta menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

Baca Juga:  Komisi Fatwah MUI Pusat: Food Tray dan Logo Halal Jadi Bagian Penting Sertifikasi Dapur Program MBG

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian persoalan melalui mekanisme hukum dan pendekatan yang humanis, sehingga stabilitas keamanan dapat terjaga tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat.

“Jika memang terdapat pihak yang melakukan pelanggaran hukum, maka proses hukum harus ditegakkan sesuai aturan. Namun masyarakat sipil harus tetap mendapat perlindungan dan tidak boleh terdampak oleh situasi konflik,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Marius berharap pemerintah pusat, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Intan Jaya, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang serta memperoleh perlindungan yang menjadi hak setiap warga negara.

Pos Terbaru

  • APNI Gelar TTM Series 8, Bekali Pelaku Industri Nikel Hadapi Regulasi Baru dan Penguatan Tata Kelola Pertambangan
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme