KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Nusantara Pengusaha Indonesia, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sertifikasi Global Indonesia dalam proyek pembangunan pabrik baterai berskala nasional yang akan berlokasi di Indramayu, Jawa Barat.
Penandatanganan kerja sama strategis ini menjadi langkah penting dalam mendukung percepatan industri energi baru dan terbarukan di Indonesia, khususnya sektor baterai yang kini menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi nasional.
Menurut Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp 4 triliun, yang mencerminkan komitmen kuat dunia usaha untuk berkontribusi terhadap kemandirian energi nasional. “Investasi ini bukan hanya tentang pembangunan fisik pabrik, tetapi juga tentang transfer teknologi, peningkatan SDM lokal, dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indramayu dan sekitarnya,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/10).
Pabrik baterai ini direncanakan menjadi salah satu pusat produksi terbesar di wilayah Jawa Barat, dengan target operasional awal pada pertengahan tahun 2027. Selain memproduksi baterai untuk kendaraan listrik, pabrik juga akan berfokus pada riset material baterai berbasis nikel dan lithium sebagai upaya mendukung agenda transisi energi nasional.
Pihak PT Sertifikasi Global Indonesia menyambut baik kerja sama tersebut, menilai proyek ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan energi hijau.
“Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia akademik, dan sektor swasta, kami yakin pembangunan pabrik ini akan menjadi tonggak baru dalam kebangkitan industri hijau nasional,” tambah Prof. Tubagus Bahrudin.
Pembangunan pabrik baterai Indramayu diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara pengusaha nasional dan lembaga sertifikasi industri dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan berbasis teknologi dan lingkungan.

