KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 30 Desember 2025 — Arus investasi di sektor pariwisata nasional kembali menunjukkan tren positif. PT Sarana Pembangunan Bali menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi hingga Rp250 miliar secara bertahap dalam pengembangan proyek-proyek pariwisata strategis yang dikelola Dopin Pariwisata Indonesia.
Kerja sama investasi ini difokuskan pada pengembangan hotel dan kawasan wisata terpadu, terutama di wilayah Bali Utara. Kawasan tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan, seiring menguatnya kembali wacana pembangunan Bandara Bali Utara yang diproyeksikan menjadi motor pemerataan pariwisata di Pulau Dewata.
CEO PT Sarana Pembangunan Bali, Made Hariyantha, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Dopin Pariwisata Indonesia merupakan langkah strategis dalam memperkuat portofolio investasi jangka panjang perusahaan, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan.
Ia menjelaskan, selain mengandalkan pendanaan internal, perusahaan juga telah mengantongi mandat berupa letter of investment dari investor luar negeri yang akan direalisasikan mulai 2026 untuk pengembangan proyek perhotelan dan destinasi wisata.
“Dopin kami nilai sebagai mitra yang tepat karena memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat dalam investasi proyek-proyek besar di sektor pariwisata. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Made Hariyantha di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, realisasi investasi senilai Rp250 miliar akan dilakukan secara bertahap, mengikuti kesiapan lahan, perizinan, serta tahapan pengembangan proyek. Skema ini dinilai lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan memberikan ruang pengelolaan risiko yang lebih terukur.
Made juga menyoroti besarnya potensi Bali Utara yang masih terbuka lebar. Kebutuhan akan fasilitas akomodasi, kawasan wisata terpadu, serta infrastruktur pendukung pariwisata dinilai akan terus meningkat seiring pertumbuhan arus wisatawan di masa mendatang.
Sementara itu, dari sisi mitra, Dopin Pariwisata Indonesia menargetkan tahun 2026 sebagai fase akselerasi ekspansi bisnis dan penguatan struktur pendanaan. Presiden Direktur Dopin Group, Donny Pur, menegaskan bahwa masuknya PT Sarana Pembangunan Bali menjadi indikator kuatnya kepercayaan investor terhadap model bisnis dan pipeline proyek Dopin.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga sinergi jejaring, pengalaman, dan visi jangka panjang dalam pengembangan destinasi wisata nasional,” ujar Donny Pur.
Dopin Pariwisata Indonesia selama ini dikenal aktif sebagai investor strategis dan mitra pengembang di berbagai proyek perhotelan, resort, dan kawasan wisata. Sementara PT Sarana Pembangunan Bali memiliki reputasi dalam pengembangan serta pembiayaan proyek-proyek strategis di berbagai sektor.
Kerja sama ini juga dipandang selaras dengan kebutuhan penguatan ekosistem pariwisata Bali Utara, terutama sebagai kawasan penyangga rencana Bandara Bali Utara. Pengembangan hotel, resort, dan fasilitas wisata yang memadai dinilai krusial untuk mendukung konektivitas, distribusi wisatawan, serta mengurangi ketimpangan pariwisata yang selama ini terpusat di Bali Selatan.
“Jika bandara terealisasi, kawasan sekitarnya harus siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Investasi pariwisata harus mampu mendorong dampak ekonomi yang luas,” kata Donny Pur.
Selain memperkuat sektor pariwisata, investasi ini diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM lokal, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. Kedua perusahaan menegaskan komitmen untuk mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, nilai budaya lokal, serta pemberdayaan masyarakat setempat.

