KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 22 April 2026 — Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan energi hijau dan teknologi di kawasan Asia Tenggara melalui gelaran Indonesia Smart Energy & Technology Week 2026 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran.
Acara ini dibuka secara resmi pada hari ini, Rabu (22/4), melalui seremoni penekanan layar digital oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang didampingi para pejabat serta tamu undangan dari berbagai organisasi dan institusi terkait.

Diselenggarakan oleh GEM Indonesia, ajang ini menjadi platform terintegrasi yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, dan infrastruktur dalam satu ekosistem kolaboratif guna mendorong percepatan transisi energi nasional.
Sebagai bagian utama dari rangkaian acara, Solartech Indonesia 2026 kembali hadir dengan skala yang lebih besar setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, pameran diikuti oleh lebih dari 800 perusahaan global dan ditargetkan menarik hingga 35.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri.
Tidak hanya itu, pameran ini juga diselenggarakan secara bersamaan dengan berbagai sektor pendukung strategis, di antaranya Battery & Energy Storage Indonesia, Smart Energy Indonesia, Cable & Wire Indonesia, INATRONICS, INAGREENTECH, Smart Home & City Indonesia, Smart IoT Indonesia, Data Center Indonesia, INALIGHT, hingga Elevator & Escalator Indonesia 2026. Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu pameran energi dan teknologi paling komprehensif di kawasan ASEAN.
Sejalan dengan target nasional pengembangan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage Systems/BESS), ajang ini menjadi momentum strategis dalam mempercepat investasi serta memperkuat sinergi antar pelaku industri.
Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menegaskan bahwa pameran ini tidak sekadar menjadi ajang showcase teknologi.
“Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan solusi dengan kebutuhan industri. Setiap koneksi yang tercipta di sini berpotensi menjadi proyek nyata dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Baki Lee.
Selain pameran, penyelenggara juga menghadirkan Solar PV & Energy Storage Forum 2026, sebuah forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, serta para ahli energi terbarukan.
Forum ini akan menghadirkan pembicara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koperasi Indonesia, serta PLN Indonesia Power, yang akan membahas arah kebijakan, peluang investasi, serta perkembangan industri energi surya dan penyimpanan energi di Indonesia.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi industri nasional, serta delegasi diplomatik dari berbagai negara. Kehadiran ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai hub kolaborasi energi di tingkat regional maupun global.
“Kami berkomitmen menjembatani pelaku industri dengan peluang nyata, menghubungkan inovasi dengan implementasi, serta membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang,” tambah Baki Lee.
Pameran Indonesia Smart Energy & Technology Week 2026 berlangsung pada 22–24 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan menjadi peluang penting bagi para pelaku industri untuk menangkap pertumbuhan pesat sektor energi hijau di Indonesia.

