KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 6 Mei 2026 — Pameran industri bahan kosmetik terbesar di Indonesia, Indonesia Cosmetics Ingredients 2026, resmi digelar pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran. Tahun ini menjadi momen istimewa karena ajang tersebut memasuki usia ke-15 sebagai platform utama yang mempertemukan pelaku industri kosmetik dari hulu hingga hilir.
Selama tiga hari penyelenggaraan, ICI 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan pameran, seminar, serta sesi lab formulation yang dirancang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi di industri kosmetik nasional maupun global. Ajang ini menjadi pusat pertemuan bagi produsen, peneliti, formulator, hingga pelaku bisnis di sektor kecantikan dan perawatan diri.
Beragam sektor unggulan ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari raw materials, ingredients, fragrances, packaging, hingga machineries dan toll manufacturing. Kehadiran perusahaan suppliers dan distribution turut memperkuat rantai pasok industri kosmetik, menjadikan ICI sebagai ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Tidak hanya menghadirkan pameran produk dan teknologi, ICI 2026 juga menggelar seminar industri dengan menghadirkan para ahli dan praktisi untuk membahas tren terbaru, regulasi, serta inovasi dalam pengembangan produk kosmetik. Sementara itu, sesi lab formulation memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung proses formulasi produk, mulai dari pemilihan bahan hingga pengembangan produk akhir.
Perayaan 15 tahun Indonesia Cosmetics Ingredients menjadi bukti konsistensi ajang ini dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional. Seiring meningkatnya permintaan produk kecantikan berbasis inovasi dan keberlanjutan, ICI terus berperan sebagai wadah strategis dalam mempertemukan ide, teknologi, dan peluang bisnis.
Dalam sambutannya, Ir. Reni Yanita, M.Si. selaku Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam pengembangan industri kosmetik. Ia menyampaikan bahwa proses menghadirkan produk kosmetik tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan panjang mulai dari riset, formulasi, hingga pemenuhan izin edar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas dalam memperkuat daya saing nasional, termasuk dalam membangun rantai pasok bahan baku dalam negeri. Saat ini, industri kosmetik Indonesia telah mencapai sekitar 1.600 pelaku usaha dan diproyeksikan terus bertumbuh dengan dukungan kebijakan serta iklim investasi yang kondusif.
Lebih lanjut, Reni Yanita menyampaikan bahwa peluang ekspor produk kosmetik Indonesia semakin terbuka lebar, terutama ke negara-negara dengan populasi muslim besar seperti kawasan Timur Tengah. Sertifikasi halal menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk, termasuk untuk kebutuhan ibadah seperti umrah dan haji.
Pemerintah juga terus mendorong pendampingan bagi industri kecil dan menengah agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta menciptakan harga yang kompetitif. Sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam memperluas jejaring kemitraan serta meningkatkan transaksi bisnis di sektor kosmetik.
Acara pembukaan ICI 2026 ditandai dengan prosesi pemotongan pita bersama para pemangku kepentingan sebagai simbol dimulainya pameran. Diharapkan, penyelenggaraan tahun ini mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dan pusat produksi kosmetik yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang mampu bersaing di pasar global.

