KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia menggelar Halal Bihalal 2026 dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi profesional di bidang kurator dan pengurus.
Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Membuka Pintu Rezeki”, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan jajaran organisasi, di antaranya Dirjen AHU Kementerian Hukum RI, Dr Widodo, SH.,MH, Ketua Umum IKAPI Dr. Oscar Sagita, Ketua Dewan Kehormatan Sugijanto Herman Soetopo, Ketua Dewan Sertifikasi Peter Kurniawan, Dewan Pembina Prof Dr. Yuhelson, Henry Sulaiman, Kasubdit 4 Bareskrim Polri Kombes Teddy Ristiawan, serta Ketua Pelaksana Niken Susanti bersama seluruh anggota IKAPI dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia Niken Susanti, S.H., M.H. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat integritas dan solidaritas organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga marwah profesi kurator dengan menjunjung tinggi etika, objektivitas, dan tanggung jawab dalam setiap penugasan.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam acara ini mencerminkan kualitas organisasi yang sesungguhnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota atas dukungan dan antusiasme yang tinggi, serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.
Dirjen AHU Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, S.H., M.H., dalam sambutannya membuka dengan pantun dan menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh hadirin. Ia menekankan bahwa silaturahmi memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan profesional sekaligus membuka berbagai peluang dalam kehidupan.
Ia menyampaikan bahwa silaturahmi tidak hanya menghadirkan hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga membangun kepercayaan dan membuka jalan rezeki dalam arti yang luas, termasuk kesehatan, kesempatan, dan kebahagiaan. Dalam konteks profesi, ia menegaskan bahwa kurator dan pengurus memiliki tanggung jawab besar yang menuntut integritas, ketelitian, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah memandang IKAPI sebagai organisasi strategis dalam menjaga kualitas profesi hukum kepailitan. Oleh karena itu, IKAPI diharapkan terus menjadi wadah yang mampu meningkatkan profesionalisme, menjaga etika, serta memperkuat solidaritas antaranggota di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Dewan Pembina IKAPI, Prof. Dr. Yuhelson, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini telah menjadi sarana pemersatu yang mampu mempererat hubungan antarindividu, bahkan lintas agama.
Ia juga mengaitkan tema kegiatan dengan nilai keagamaan bahwa silaturahmi dapat membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan seluruh anggota IKAPI untuk tetap menjaga integritas dan tidak tergoda oleh kepentingan material, serta terus menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ketua Umum IKAPI, Oscar Sagita, S.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia atas suksesnya penyelenggaraan acara yang dihadiri oleh ratusan peserta. Ia menilai Halal Bihalal sebagai tradisi penting yang harus terus dijaga karena menjadi bagian dari identitas organisasi.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang untuk memperkuat hubungan antaranggota dan membangun energi positif dalam organisasi. Ia menyoroti keunikan IKAPI yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, di mana kegiatan keagamaan menjadi sarana mempererat kebersamaan lintas latar belakang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Subki Al Bughuri yang menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa silaturahmi merupakan salah satu kunci keberkahan hidup, tidak hanya dalam bentuk rezeki materi, tetapi juga ketenangan dan kebahagiaan.
Dalam ceramahnya, ia juga menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai bagian dari upaya membersihkan hati dan memperkuat hubungan antarsesama. Menurutnya, tradisi Halal Bihalal menjadi sarana penting untuk menyempurnakan ibadah Ramadan dan mempererat persaudaraan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam rangkaian acara ini IKAPI juga menyerahkan donasi kepada Pondok Yatim dan Dhuafa Yayasan Amal Sholeh Sejahtera. Penyerahan donasi dilakukan oleh Ketua Panitia, Dirjen AHU, dan Ketua Umum IKAPI sebagai simbol komitmen organisasi dalam berbagi kepada sesama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah, saling bersalaman, serta pembagian doorprize dengan lebih dari 100 hadiah yang menambah suasana kebersamaan menjadi semakin hangat.
Melalui Halal Bihalal 2026 ini, IKAPI kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat silaturahmi, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalisme para kurator dan pengurus di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada sistem dan struktur, tetapi juga pada hubungan yang harmonis dan solid antaranggota.

