KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Universitas Darma Persada (Unsada) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025. Acara pembukaan digelar di Grha Wira Bakti Unsada, Jakarta Timur, Senin (15/9/2025), dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dosen, tenaga kependidikan, serta 522 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Kegiatan PKKMB Unsada berlangsung selama lima hari, mulai 14–18 September 2025, dan ditutup dengan acara pengukuhan mahasiswa baru sekaligus kuliah perdana pada 19 September 2025. Tahun ini, PKKMB mengusung tema:
“Generasi Unggul Unsada: Adaptif, Kompetitif, Cerdas Beretika.”
Rektor: Unsada Siapkan Lulusan yang Siap Berkiprah di Dunia Global
Rektor Universitas Darma Persada, Drs. Agus Salim Dasuki, M.Eng, dalam wawancara dengan awak media menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari pembekalan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan akademik, sosial, hingga dunia kerja.
“PKKMB ini memberikan pengenalan kehidupan kampus sekaligus pembekalan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga kecerdasan karakter, tata krama, dan etika, yang menjadi modal penting di dunia kerja,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa Unsada memiliki keunggulan khusus dengan budaya kejepangan yang menjadi ciri khas pembelajaran di kampus ini. Mahasiswa, terutama dari program non-sastra Jepang, tetap dibekali pengetahuan budaya dan bahasa Jepang, serta didorong mencapai standar JLPT minimal N3.
“Dengan bekal bahasa Jepang dan bahasa Inggris, mahasiswa Unsada memiliki peluang besar untuk magang dan bekerja di Jepang. Banyak industri Jepang sudah menjalin kerja sama dengan Unsada, seperti Toyota, Panasonic, dan universitas-universitas di Jepang. Hal ini membuka jalan agar lulusan Unsada bisa langsung bersaing di dunia internasional,” tutur Agus Salim Dasuki.
Didukung Industri dan Universitas Jepang
Kerja sama dengan Jepang bukan hanya wacana, melainkan sudah diwujudkan dalam bentuk program magang, pertukaran pelajar, hingga peluang kerja di perusahaan Jepang. Menurut Rektor, jika mahasiswa berhasil menunjukkan prestasi akademik dan etika kerja yang baik saat magang, besar kemungkinan mereka direkrut sebagai tenaga profesional di Jepang.
“Kami selalu tekankan, orientasi Unsada adalah menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global, terutama di Jepang. Itu sebabnya mahasiswa wajib menguasai minimal satu bahasa asing, baik Jepang maupun Inggris,” tambahnya.
Jumlah Mahasiswa Baru Meningkat
Tahun akademik 2025/2026 mencatatkan jumlah mahasiswa baru sebanyak 522 orang, dengan proyeksi meningkat hingga 600 peserta karena proses penerimaan masih berlangsung hingga akhir September. Menurut Rektor, minat yang terus bertambah ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unsada.
“Target kami dalam waktu dekat bisa menampung hingga 800 mahasiswa baru. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) bekerja keras dengan strategi pemasaran yang efektif, termasuk door-to-door campaign, potongan biaya masuk, hingga sistem pembelajaran hybrid yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah ikut belajar di Unsada,” jelasnya.
Harapan kepada Pemerintah
Dalam kesempatan ini, Rektor Unsada juga menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.
“Kami berharap ada kebijakan yang lebih seimbang. Selama ini perguruan tinggi negeri menutup penerimaan lebih awal, sementara swasta masih membuka hingga September. Jika ini bisa dikelola dengan baik, kesempatan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi akan lebih terbuka, tanpa harus terjebak hanya karena gengsi memilih negeri,” ungkapnya.
Mencetak Generasi Unggul
PKKMB 2025 menjadi momentum penting bagi Unsada untuk kembali menegaskan visinya: melahirkan lulusan yang adaptif, kompetitif, cerdas, dan beretika. Dengan dukungan kerja sama internasional, khususnya dari Jepang, Unsada optimistis dapat mencetak generasi muda Indonesia yang siap bersaing di era globalisasi.
“Inilah saatnya mahasiswa Unsada menyiapkan diri. Jangan hanya puas menjadi sarjana, tapi harus punya nilai lebih. Menguasai bahasa asing, memahami budaya global, dan berani bersaing di dunia internasional. Itu yang kami tanamkan sejak hari pertama mereka masuk kampus,” pungkas Rektor.

