Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII: Rakyat Menggugat Pemerintah dan DPR atas Kejahatan Oligarki dan State-Corporate Crimes

Posted on 2 September 2025

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 2 September 2025 – Bertempat di Ruang Harmoni, Hotel Sofyan Cut Meutia, Cikini, Jakarta Pusat, tiga elemen besar bangsa, yakni Forum Pejuang Purnawirawan TNI (FPP TNI), Petisi-100, dan Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia Independen (MPUII), menyampaikan siaran pers penting bertajuk “Rakyat Menggugat Pemerintah & DPR”.

Dalam pernyataannya, para tokoh bangsa menegaskan bahwa setelah 80 tahun Indonesia merdeka, jati diri bangsa kini kian tergerus. Mereka menilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang mengalami penurunan martabat akibat ulah oligarki pengkhianat bangsa yang melakukan State-Corporate Crimes (SCC).

Tudingan terhadap Kebijakan Era Jokowi dan Prabowo

Menurut terminologi SCC, kebijakan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut dibuat secara otoriter, anti musyawarah, anti demokrasi, sarat korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan anarkis terhadap konstitusi. Bahkan, Jokowi masuk daftar pemimpin terkorup dunia 2024 versi OCCRP.

Kejahatan SCC ini dianggap telah merampas sumber daya alam (SDA) bangsa—mulai dari tambang, hutan, laut, sungai, hingga tanah negara—yang kini dikuasai pengusaha dan penguasa oligarki.

Lebih jauh, mereka menilai kebijakan era Presiden Prabowo Subianto saat ini masih melanjutkan pola pro-oligarki yang sama, sehingga ekonomi rakyat kian terpuruk dan angka kemiskinan meningkat. Agenda perbaikan dan pemberantasan korupsi pun dianggap hanya retorika tanpa aksi nyata.

Tragedi dan Kemarahan Rakyat

Perlawanan masyarakat di berbagai daerah yang berujung demonstrasi disebut sebagai luapan kemarahan rakyat yang sudah muak terhadap kejahatan pemerintahan sebelumnya. Situasi kian memanas setelah gugurnya Affan Kurniawan akibat dugaan tindakan brutal aparat kepolisian.

10 Tuntutan Utama

Dalam pernyataannya, FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII menyampaikan 10 tuntutan utama kepada Pemerintah, DPR, dan pihak terkait:

  1. Memulihkan dan memberdayakan ekonomi rakyat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
  2. Memecat Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan menggantinya dengan sosok kredibel, berdedikasi, dan berintegritas.
  3. Melakukan reshuffle kabinet, khususnya menteri-menteri warisan Jokowi yang diduga terlibat KKN dan pro-oligarki.
  4. Menangkap dan mengadili mantan Presiden Jokowi atas dugaan pengkhianatan negara.
  5. Memproses pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka karena dinilai cacat demokrasi, konstitusi, moral, dan religi.
  6. Mereformasi Polri dan menempatkannya di bawah koordinasi Kemendagri.
  7. Menangkap, mengadili, dan menyita aset oligarki hitam pelaku SCC, termasuk kasus di Banten, Rempang, dan wilayah lainnya.
  8. Mengusut tuntas pembunuhan Affan Kurniawan serta pelaku aksi anarkis aparat.
  9. Menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, seperti KM 50, Tragedi Kanjuruhan, hingga tewasnya 700-an petugas KPPS.
  10. Menjalankan pemerintahan yang berdaulat, independen, bebas oligarki, dan konstitusional, tanpa retorika kosong.
Baca Juga:  Himpunan Pengusaha Kontraktor Indonesia (HPKNI) Jadi Wadah Silaturahmi Kontraktor Nasional

Seruan Nasional

Menutup pernyataan, FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan bergabung dalam gerakan konstitusional, demi mengembalikan daulat rakyat dari tangan oligarki.

Pernyataan resmi ini ditegaskan oleh:
Mayjen (Purn) Soenarko – FPP TNI
Dr. Marwan Batubara – Petisi-100

Pos Terbaru

  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
  • myBCA JSD Blok M Festival 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Lebih dari 11 Zona Kreatif dan Pengalaman Urban Terbesar di Jakarta
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme