KOMPASINDO.CO,ID, JAKARTA, 7 Mei 2026 – Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Conference 2026 resmi dibuka di Hall C2 dan C3 JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang bisnis yang memasuki edisi ke-26 ini berlangsung pada 7–10 Mei 2026 dan menghadirkan ratusan pelaku usaha, investor, serta pengunjung dari berbagai sektor industri.
Acara pembukaan dihadiri Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, perwakilan kementerian terkait, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI). Dalam penyelenggaraannya, FLEI 2026 juga digelar bersamaan dengan Cafe & Brasserie Expo Jakarta serta MoreFood Expo Indonesia Int’l F&B Fair 2026 yang berlangsung di Hall B JIEXPO Kemayoran.
Kolaborasi tiga pameran besar ini menghadirkan berbagai inovasi dan peluang bisnis di sektor waralaba, makanan dan minuman, kopi, retail, hingga gaya hidup modern. Kehadiran MoreFood Expo Indonesia 2026 turut memperkuat ekosistem industri food and beverage nasional dengan menghadirkan pelaku usaha, distributor, supplier, dan brand dari dalam maupun luar negeri.
Mengusung konsep “The Premier Business Show”, FLEI 2026 hadir sebagai wadah strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, membuka peluang kemitraan, serta memperkenalkan model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan pasar. Berbagai sektor ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari makanan dan minuman, ritel, pendidikan, kecantikan, teknologi, jasa, hingga hospitality.
Presiden Direktur Panorama Media selaku penyelenggara, Ryanto Handaya, menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan industri waralaba di Indonesia.
“Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002, FLEI telah berkembang menjadi salah satu pameran bisnis terbesar di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, data BPS menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025 dan 5,6 persen pada kuartal I 2026. Industri waralaba terbukti menjadi solusi nyata, pencipta lapangan kerja, dan penyelamat ekonomi dengan sistem bisnis yang teruji melalui pendekatan Brand, Build, Grow,” ujar Ryanto.
Chairwoman Indonesia Franchising & Licensing Society (WALI), Levita Ginting Supit, menegaskan bahwa bisnis waralaba menjadi pilihan investasi yang aman dan terukur di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
“Industri waralaba tumbuh stabil antara 10–15 persen per tahun sejak 2019. Omset bisnis waralaba Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp143,205 triliun dan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 98.000 orang. Sektor kuliner, jasa, dan ritel masih menjadi primadona. Dengan adanya PP Nomor 35 Tahun 2024, regulasi dipermudah sehingga memicu kemunculan wirausaha baru,” jelas Levita.
Sementara itu, Vice Chairman for Export Development Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe, menyoroti pentingnya efisiensi logistik dan perlindungan merek agar produk Indonesia mampu bersaing hingga pasar internasional.
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem bisnis yang sehat. Pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional dari 3,29 persen menjadi 10–12 persen.
“Waralaba adalah model efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena sistemnya telah terstandarisasi. Kami mendorong pelaku usaha agar siap go global dari lokal. Namun, kami juga mengimbau untuk selalu memastikan legalitas usaha. Masyarakat harus bijak memilih bisnis dengan prinsip legal dan logis, serta tidak tergiur janji keuntungan pasti,” tegas Dyah Roro.
Acara pembukaan ditutup dengan seremoni pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya FLEI Business Conference 2026 yang siap menyambut pengunjung selama empat hari ke depan.

