KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Muhammad Hanifan, Person in Charge (PIC) PT Mega Akses Persada dengan brand FiberStar yang merupakan salah satu authorized Reseller Starlink, hadir dalam ajang pameran internasional Mining Expo 2025, Electric & Power Indonesia 2025, The Battery Show Indonesia 2025, dan Oil & Gas Indonesia 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 17–20 September 2025. Dalam wawancara dengan awak media di booth Hall D pada Rabu (17/9), Hanifan memaparkan kiprah perusahaan dan berbagai solusi yang ditawarkan bagi industri, khususnya di sektor pertambangan dan energi.
Hanifan menjelaskan bahwa FiberStar sejak awal berdiri pada tahun 2014 berfokus membangun infrastruktur kabel fiber optik dengan konsep net neutrality di Indonesia. Seiring perkembangan, perusahaan semakin ekspansif dengan menjangkau berbagai segmen kebutuhan telekomunikasi dan kini memposisikan diri sebagai connectivity provider. “Kalau bicara garis besar, FiberStar itu penyedia konektivitas. Bahkan pada 2024 kami sudah menjadi authorized reseller Starlink setelah Telkomsat,” ujar Hanifan.
Kehadiran FiberStar dalam pameran ini menjadi jawaban atas kebutuhan industri pertambangan terhadap solusi konektivitas di area yang sulit dijangkau jaringan reguler. FiberStar menghadirkan berbagai inovasi, termasuk solusi panel surya dan perangkat pendukung komunikasi di area tambang. “Kami menghadirkan solar panel power vision, CCTV, hingga jaringan Wi-Fi sebagai solusi di lokasi tambang yang tidak terjangkau sinyal GSM maupun jaringan optik biasa. Dengan solusi ini, area tambang yang sebelumnya blank spot kini bisa tetap terkoneksi,” jelasnya.
Bagi perusahaan tambang, keberadaan jaringan FiberStar sangat membantu kegiatan eksplorasi. Perangkat yang ditawarkan memungkinkan pekerja tambang mengakses internet dan mengirim data secara real-time ke kantor pusat, meskipun beroperasi di area terpencil. Dengan demikian, keterlambatan pengiriman data bukan lagi kendala. “Kami ingin memberikan pengalaman konektivitas yang handal bagi perusahaan tambang yang baru masuk ke wilayah eksplorasi. Dengan perangkat kami, proses eksplorasi bisa berjalan lebih efisien,” tambah Hanifan.
Keunggulan utama FiberStar terletak pada kualitas jaringan fiber optik yang sudah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga Sulawesi. Selain itu, solusi yang ditawarkan juga portable, fleksibel, dan hemat biaya investasi. Hal ini menjadikan FiberStar alternatif yang relevan untuk area yang sulit dijangkau infrastruktur besar. “Produk kami portable, bisa dibawa ke mana saja, tidak memerlukan biaya besar untuk instalasi, dan tetap memberikan kecepatan serta stabilitas tinggi. Ini yang membuat kami percaya diri untuk menjadi solusi utama di sektor pertambangan,” tegasnya.
Hanifan menambahkan bahwa target utama FiberStar adalah menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks di sektor pertambangan, energi, hingga telekomunikasi. Melalui pameran Mining Expo 2025 yang bersamaan dengan The Battery Show Indonesia dan Electric & Power Indonesia, FiberStar ingin memperkuat posisinya sebagai penyedia utama infrastruktur konektivitas dan energi di Indonesia. “Harapan kami, FiberStar bisa menjadi mitra strategis bagi semua pihak, bukan hanya sebagai penyedia jaringan, tetapi juga solusi terintegrasi yang mendukung operasional industri di lokasi-lokasi kritis,” pungkasnya.

