KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 3 Mei 2006 — Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia) berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat persatuan di Jakarta, Minggu (3/5/2006). Mengusung tema “Bersatu, Berdaya, Berkarya untuk Penambang Tradisional Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi dan peran penambang tradisional sebagai bagian dari kekuatan ekonomi nasional.
Acara diawali dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus Ampetra Indonesia yang berlangsung secara resmi dan tertib. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.

Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia yang juga Sekretaris Jenderal Ampetra, H. Masywir Arif, SH, MH, menyampaikan bahwa terselenggaranya Deklarasi Nasional ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap nasib penambang tradisional di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun konsolidasi nasional.
“Deklarasi ini adalah tonggak awal dalam menyatukan kekuatan penambang tradisional dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan bahwa ke depan, para penambang tradisional memiliki wadah yang kuat, terorganisir, dan mampu memperjuangkan kepentingannya secara berkelanjutan,” ujar H. Masywir Arif dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa Ampetra akan fokus pada penguatan kapasitas anggota, advokasi kebijakan, serta mendorong kemitraan strategis dengan pemerintah dan sektor swasta. “Kami berharap melalui Ampetra, penambang tradisional dapat naik kelas, lebih sejahtera, dan memiliki kepastian hukum dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka organisasi sebagai lambang kehormatan, tanggung jawab, dan semangat perjuangan. Bendera pataka tersebut secara langsung diterima oleh Ketua Umum Ampetra, Yusran, yang menandai amanah besar untuk memimpin organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Yusran menegaskan bahwa Ampetra hadir sebagai wadah pemersatu seluruh penambang tradisional di Indonesia. Ia menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak penambang tradisional serta meningkatkan kesejahteraan mereka. “Bersama Ampetra kita maju, kita bermartabat. Ini bukan hanya organisasi, tetapi rumah besar perjuangan bagi seluruh penambang tradisional Indonesia,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, guna menciptakan kebijakan yang berpihak kepada penambang tradisional. Menurutnya, penambang tradisional memiliki peran strategis yang tidak boleh dipandang sebelah mata dalam pembangunan ekonomi bangsa.
Rangkaian acara semakin semarak dengan adanya prosesi kehormatan berupa pengalungan selendang sutra kepada para tamu undangan dari berbagai unsur pejabat dan tokoh penting. Ketua Dewan Pembina Ampetra secara langsung mengalungkan selendang sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan sinergi.

Tidak hanya itu, Ketua Dewan Pembinaan Ampetra juga menyematkan selendang sutra kepada para tamu undangan terhormat. Prosesi penyematan selendang sutra ini menjadi simbol penghargaan tinggi, kehangatan persaudaraan, serta bentuk penghormatan atas dukungan dan kehadiran para tokoh dalam memperkuat perjuangan masyarakat penambang tradisional di Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ampetra Indonesia dengan sejumlah pihak terkait sebagai langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis. Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan, perlindungan, serta peningkatan kapasitas penambang tradisional di berbagai daerah.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi penambang tradisional di seluruh Indonesia.
Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan penambang tradisional agar lebih terorganisir, berdaya, serta memiliki posisi yang kuat dalam sistem perekonomian nasional. Dengan semangat persatuan dan kerja bersama, Ampetra optimistis mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju kesejahteraan dan martabat yang lebih baik bagi seluruh anggotanya.

