KOMPASINDO.CO.ID, ICE BSD CITY Tangerang – Pameran Aksesori dan Aftermarket Otomotif Internasional China International Auto Accessories Fair (CIAAF) Indonesia ke-23 resmi dibuka pada 12–14 Desember 2025 di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang, Jum’at (12/12). Ajang besar ini menjadi momentum strategis bagi industri otomotif Indonesia dan Tiongkok dalam memperluas kerja sama serta memperkuat rantai pasok suku cadang kendaraan di kawasan Asia Tenggara.
Pameran CIAAF Indonesia ke-23 diselenggarakan oleh CIAAF Zhengzhou, Perusahaan Pengembangan Ekonomi Canton Fair, Ltd., dan Sente Exhibition Display Co., Ltd., serta didukung oleh sejumlah organisasi penting, antara lain Perhimpunan Indonesia Keturunan Tionghoa (INTI), Kamar Dagang Tionghoa Indonesia (ICCC), Kamar Dagang Perlengkapan Otomotif Guangdong (GASCC), China Enterprises International Development Limited, Guangzhou Automobile Maintenance Industry Association, Lanshan Shopping Mall Management Committee, dan Shandong Tuojie Culture Media Co., Ltd.
Opening ceremony juga dihadiri sejumlah tokoh utama seperti Guo Song, Direktur Guangdong Indonesia Trade Promotion Association; perwakilan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT); Guangdong Auto Parts and Accessories Exporting and Importing Alliance; Secretary General Zhuang Jiaxian; serta Xie Fuqiu, President International Auto Sound Challenge Association.

Dalam sambutannya, Catherine Liu, General Manager CIAAF Indonesia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang pasar otomotif yang sangat besar dan berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan aftermarket global. Ia menyatakan kebahagiaannya menyambut seluruh eksibitor, pembeli profesional, dan pemangku kepentingan industri otomotif yang hadir dalam pameran ini.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan survei tim lokal CIAAF Indonesia terhadap lebih dari 3.000 toko otomotif, ditemukan bahwa 99 persen produk aftermarket yang dijual di Indonesia berasal dari Tiongkok. Para pemilik toko mengaku percaya dan bangga terhadap kualitas produk otomotif asal Tiongkok.
“Ini adalah sesuatu yang sangat menginspirasi dan mendorong kami menghadirkan CIAAF Indonesia untuk pertama kalinya. Meski menghadapi banyak tantangan, kami berhasil mewujudkannya dan hari ini resmi memulai sebuah perjalanan baru,” ujar Catherine.
Ia menegaskan bahwa pameran ini akan menghadirkan berbagai teknologi baru, ide baru, serta membuka kolaborasi besar antara Indonesia dan Tiongkok. Catherine kemudian secara resmi mengumumkan bahwa CIAAF Indonesia 2025 dibuka dan mengajak seluruh pengunjung menikmati rangkaian pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Sementara itu Portasius Nggedi, Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (INDUK KUD), dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran CIAAF Indonesia memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa INDUK KUD sebagai koperasi sekunder tingkat nasional memiliki jaringan besar yang mencakup 31 provinsi, 9.436 koperasi di tingkat kecamatan, serta 6 juta anggota individu.

Portasius mengungkapkan bahwa INDUK KUD telah menandatangani kerja sama strategis dengan beberapa BUMN besar, termasuk PT Pindad, untuk pengembangan mobil rakyat yang ditujukan bagi kebutuhan pedesaan. Ia juga membandingkan tingkat kepemilikan kendaraan antara Indonesia dan Tiongkok. Di Tiongkok, 7 dari 10 penduduk memiliki kendaraan, sementara di Indonesia hanya 3 dari 10 penduduk yang memiliki kendaraan. Hal ini menunjukkan potensi pasar otomotif Indonesia yang masih sangat besar.
Dengan hadirnya CIAAF Indonesia ke-23, Portasius menilai bahwa pameran ini bukan hanya menampilkan produk atau teknologi baru, tetapi juga membuka peluang integrasi dengan pembangunan kawasan pedesaan. Ia menyebut bahwa teknologi dan inovasi yang ditampilkan dapat menjadi solusi nyata bagi peningkatan efisiensi produksi dan kualitas hidup masyarakat desa.
Portasius mengajak seluruh pelaku industri untuk berkolaborasi dalam menciptakan titik pertumbuhan baru serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja yang lebih baik. Ia berharap pameran ini memberikan hasil memuaskan bagi seluruh peserta dan terus berlanjut dalam berbagai kerja sama ke depan.
Pameran CIAAF Indonesia tahun ini menampilkan berbagai kategori produk, seperti suku cadang kendaraan, aksesori dan modifikasi, peralatan bengkel, teknologi perawatan kendaraan, aksesoris audio mobil, dan inovasi manufaktur otomotif terbaru. Dengan kehadiran ratusan peserta pameran dari berbagai bidang industri, CIAAF Indonesia 2025 berkomitmen menjadi platform B2B berskala internasional yang memperkuat rantai pasok aftermarket otomotif di kawasan Asia. (Hs)

