JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID – Nama Ropaun Rambe mungkin sudah tidak asing di kalangan advokat Indonesia. Dikenal sebagai sosok kontroversial dan vokal, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) ini ternyata juga menyimpan prestasi akademis yang mengagumkan. Karya-karyanya di bidang hukum kini tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga telah menembus batas negara, termasuk menjadi koleksi resmi di National Library of Australia.
Salah satu karya monumental Ropaun Rambe yang berhasil masuk koleksi perpustakaan bergengsi tersebut adalah buku berjudul Implementasi Hukum Islam. Ditulis bersama A. Mukri Agafi dan diterbitkan pada 2001 oleh Penerbit Perca, buku setebal 388 halaman ini memberikan pembahasan mendalam tentang penerapan hukum Islam dalam sistem hukum positif Indonesia.
Prestasi ini bukan hanya sekadar penghargaan bagi pribadi Ropaun Rambe, melainkan juga tanda bahwa pemikiran hukum dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di panggung internasional. Tidak banyak karya hukum dari penulis Indonesia yang dapat diterima dan dijadikan referensi di perpustakaan asing, apalagi di negara dengan standar hukum tinggi seperti Australia.
Selain Implementasi Hukum Islam, Ropaun Rambe dikenal sebagai penulis produktif yang karyanya banyak dijadikan acuan oleh mahasiswa, akademisi, dan praktisi hukum di Tanah Air. Beberapa karya populer lainnya antara lain Teknik Praktek Advokat, Hukum Acara Perdata Lengkap, dan Implementasi Hukum Pidana.
Uniknya, di balik reputasinya yang tegas dan blak-blakan, Ropaun Rambe membuktikan bahwa ilmu hukum bisa disampaikan tanpa harus kaku dan formal. Gaya nyentrik dan kritisnya justru membuat pesan-pesan hukum yang ia sampaikan mudah dipahami dan mendapat perhatian luas, khususnya di kalangan advokat muda.
“Buku-buku ini saya harap menjadi sumber inspirasi dan pencerahan bagi siapa saja yang mendalami ilmu hukum,” ujar Ropaun Rambe saat ditemui awak media.
Meski telah berkarya selama hampir 50 tahun, Ropaun Rambe tetap rendah hati dan selalu haus akan ilmu pengetahuan, terutama di bidang hukum. “Saya banyak menulis, tapi masih merasa harus terus belajar dan memperdalam ilmu,” tuturnya.
Keberhasilan karya Ropaun Rambe menembus koleksi perpustakaan internasional adalah bukti nyata bahwa kualitas substansi dan kedalaman analisis hukum dapat mengalahkan batas-batas geografis dan budaya.

