JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, 22 Agustus 2025 – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar konferensi pers sekaligus kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika. Pemusnahan ini termasuk kasus terbaru penyalahgunaan rokok elektrik atau vape yang mengandung narkoba. Acara berlangsung di Lapangan BNN Pusat, Jakarta, dengan pengamanan ketat dan disaksikan langsung oleh pemangku kepentingan dari berbagai instansi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi negara, di antaranya Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom, Sekretaris Kemenko Polhukam Letjen TNI Mochammad Hasan yang membacakan sambutan Menko Polhukam Prof. Dr. Budi Gunawan, Panglima TNI yang diwakili Danpuspom TNI, Jaksa Agung yang diwakili, Dirjen Bea Cukai, Dirjen Imigrasi, Kepala PPATK, BPOM, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait.
Selain dilakukan di BNN Pusat, pemusnahan barang bukti narkotika juga berlangsung di PT Jasa Medivest, Karawang, Jawa Barat, yang merupakan perusahaan pengolah limbah resmi dan berizin. Seluruh barang bukti diangkut dengan pengamanan berlapis, kemudian dimusnahkan dengan pengawasan ketat, serta disaksikan langsung oleh masyarakat, stakeholder, dan awak media sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas negara.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan 21 kasus narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 43 orang. Rincian barang bukti tersebut antara lain ganja seberat 218.414,22 gram, sabu 253.067,88 gram, kokain 2.998,58 gram, ekstasi 94 butir, dan ketamin 3.135,29 gram. Total keseluruhan mencapai 477.615,97 gram ditambah 94 butir ekstasi.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sesmenko Polhukam Letjen TNI Mochammad Hasan, Menko Polhukam Prof. Dr. Budi Gunawan menegaskan bahwa negara tidak akan pernah kompromi terhadap kejahatan narkotika. Disebutkan pula bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan telah menekankan bahwa narkoba adalah ancaman serius terhadap kedaulatan bangsa, sehingga harus diperangi dengan kekuatan maksimal tanpa pandang bulu.
Sesmenko Polhukam Letjen TNI Mochammad Hasan menyampaikan pesan bahwa setiap gram narkoba yang berhasil dimusnahkan berarti ratusan nyawa dapat terselamatkan, namun setiap kelengahan justru dapat menghancurkan generasi bangsa. Oleh karena itu perang melawan narkoba bukan hanya sekadar prosedur hukum, tetapi merupakan perjuangan untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia.
Pemerintah menegaskan bahwa perang terhadap narkotika bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan tugas seluruh elemen bangsa. Karena itu Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba hadir untuk mengintegrasikan kekuatan lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, BNN, Imigrasi, Bea Cukai, BIN, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kemenko Polhukam juga memaparkan agenda prioritas yang akan terus diperkuat, antara lain peningkatan intensitas razia dan penindakan di pelabuhan, perbatasan, lembaga pemasyarakatan, dan tempat hiburan. Selain itu pemerintah juga akan memutus jalur suplai dan aliran keuangan jaringan narkotika dengan pendekatan intelijen keuangan dan pengawasan siber, memperkuat regulasi hukum termasuk kemungkinan pengetatan hukuman bagi bandar besar, meningkatkan kapasitas rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi para korban penyalahgunaan narkoba, serta membangun gerakan masyarakat sipil anti narkoba secara masif dan konsisten mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja.
Pemusnahan barang bukti narkotika hari ini menjadi simbol nyata komitmen negara dalam memerangi narkoba. Setiap keberhasilan pemusnahan berarti kemenangan kecil dalam perang besar yang masih harus terus dilanjutkan. Negara akan hadir dengan seluruh instrumen kekuasaan yang sah untuk menghancurkan sindikat narkoba sampai ke akar-akarnya.
Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam menyatakan bahwa Indonesia cukup, tidak boleh dikuasai oleh narkoba. Dengan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat, perang melawan narkoba dapat menjadi gerakan nasional yang menyelamatkan generasi muda sekaligus menjaga kedaulatan negara.

