Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Bisnis Kafe di Jakarta Utara Melambat, Owner Lavanaa Pastikan Usaha Tetap Stabil dan Adaptif di Tengah Tekanan Ekonomi

Posted on 28 Maret 2026

KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA – Dinamika industri kafe dan restoran di wilayah Jakarta Utara saat ini tengah menghadapi tantangan perlambatan. Meski demikian, pelaku usaha menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang wajar dan belum mengganggu stabilitas operasional secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Zakir Ria, pemilik Lavanaa Cafe, yang mengungkapkan bahwa tren penurunan aktivitas konsumen memang mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya masih berada dalam kondisi terkendali.

“Memang ada penurunan dari sisi pergerakan konsumen, tapi secara keseluruhan masih stabil. Kami masih bisa menjalankan operasional dengan baik,” ujar Zakir saat ditemui di lokasi usahanya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, perlambatan ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Ia mengamati bahwa pelanggan tetap datang, namun dengan kecenderungan pengeluaran yang lebih hemat dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang konsumen lebih selektif. Mereka tetap datang, tetapi nilai transaksinya tidak sebesar dulu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Zakir menambahkan, pihaknya juga melakukan penyesuaian strategi dengan tidak menggelar event atau kegiatan khusus untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah serta upaya menjaga efisiensi operasional.

“Kami mengikuti arahan pemerintah. Untuk saat ini belum ada event khusus, fokus kami menjaga stabilitas usaha yang sudah berjalan,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Zakir menegaskan komitmennya untuk selalu patuh terhadap regulasi yang berlaku. Ia memastikan bahwa seluruh aspek legalitas usaha, mulai dari perizinan hingga kewajiban perpajakan, telah dipenuhi dengan baik.

“Kami menjalankan usaha sesuai aturan. Semua perizinan lengkap, termasuk kewajiban pelaporan. Prinsipnya, kalau ingin usaha berjalan baik di Indonesia, harus taat regulasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Partai Berkarya Gelar Rapat Pleno, Hutomo Mandala Putra dan Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin Tegaskan Komitmen Kebersamaan

Lavanaa Cafe sendiri telah beroperasi hampir satu tahun dengan kapasitas sekitar 40 pengunjung. Selain melayani pelanggan reguler, kafe ini juga menyediakan layanan untuk berbagai kebutuhan acara, seperti pertemuan bisnis, komunitas, hingga gathering.

Dari sisi produk, Lavanaa Cafe menawarkan konsep menu yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pilihan menu yang disediakan mencakup berbagai hidangan populer, mulai dari olahan ayam, nasi goreng, hingga sajian khas Chinese food yang telah disesuaikan dengan standar halal.

“Kami menyediakan paket prasmanan yang bisa disesuaikan dengan budget pelanggan. Menu juga variatif dan fleksibel, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan acara,” ungkap Zakir.

Saat ini, operasional Lavanaa Cafe didukung oleh delapan karyawan yang terbagi dalam tim dapur dan pelayanan. Dengan sumber daya tersebut, Zakir optimistis usahanya dapat terus bertahan dan berkembang, meski di tengah kondisi ekonomi yang tidak sepenuhnya kondusif.

Ke depan, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha, khususnya dalam hal kebijakan fiskal. Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban dan dukungan sangat dibutuhkan agar sektor usaha kecil dan menengah tetap mampu bertahan.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha. Bukan berarti meminta keringanan berlebihan, tetapi setidaknya ada ruang agar kami bisa terus bertahan dan berkembang,” tutupnya.

Dengan strategi adaptif dan komitmen terhadap kualitas layanan, pelaku usaha seperti Lavanaa Cafe menunjukkan bahwa sektor kuliner masih memiliki daya tahan, meski di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah.

Pos Terbaru

  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Hadirkan 60 Brand Global dan Perkuat Posisi Indonesia di Industri Audio Visual
  • PRO AVL Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kolaborasi Industri Audio Visual, Musik, dan Teknologi Hiburan Indonesia
  • Bentrok Warga di Matraman Dalam Jakarta Pusat Pecah, Diduga Dipicu Perselisihan Pedagang Nasi Uduk, Satu Orang Tewas
  • Burhanuddin Abdullah Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PWRI 2026–2031 Secara Aklamasi, Siap Perkuat Peran 3,6 Juta Wredatama Indonesia
  • KESUMA RI Canangkan Desa Siaga Nasional, Target 50 Kursi DPR RI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
  • Burhanuddin Abdullah Menguat di Bursa Ketua Umum PWRI, Munas XV Jadi Penentu Arah Organisasi Wredatama Indonesia
  • Menteri PANRB Rini Widyantini: PWRI Jadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN dan Perekat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
  • PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Digelar di NICE PIK 2, Hadirkan Teknologi Audio Visual, Lighting, dan Musik Terdepan dari 12 Negara
  • Pro AVL Indonesia 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2, Krista Exhibitions Targetkan 2.000 Pengunjung per Hari
  • myBCA JSD Blok M Festival 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Lebih dari 11 Zona Kreatif dan Pengalaman Urban Terbesar di Jakarta
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme