KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 2 April 2026 – PT Andira Agro Tbk (ANDI) tampil percaya diri menghadapi dinamika industri kelapa sawit global dengan mencatatkan kinerja yang semakin menguat sepanjang 2025. Dalam Public Expose yang digelar di Meta Epsi Building, Jakarta Timur, Perseroan membeberkan strategi besar untuk menjaga pertumbuhan di tengah tekanan biaya dan gejolak pasar internasional.
Direktur Utama Francis Indarto menegaskan bahwa kunci utama Perseroan saat ini adalah efisiensi dan penguatan fondasi operasional. “Kami tidak hanya bertahan, tapi terus bergerak maju dengan mengoptimalkan potensi kebun sendiri dan memperbaiki sistem operasional secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan ketergantungan dari pihak eksternal. Di saat yang sama, Perseroan terus menekan biaya operasional melalui berbagai langkah efisiensi yang terukur.
Francis juga menyoroti pentingnya investasi pada infrastruktur sebagai penopang utama kinerja jangka panjang. “Kami menghadapi tantangan nyata di lapangan, terutama akibat curah hujan tinggi yang berdampak pada akses distribusi. Karena itu, perbaikan jalan, tanggul, dan fasilitas pendukung menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan. “Kalau infrastruktur kuat, biaya bisa ditekan dan distribusi lebih lancar. Dampaknya langsung ke kinerja,” katanya.
Di tengah tekanan global, termasuk ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, Andira Agro justru melihat peluang. Kenaikan harga minyak sawit dunia dinilai mampu memberikan dorongan positif bagi kinerja Perseroan.
“Situasi global memang penuh tantangan, tapi di sisi lain membuka peluang. Yang penting bagaimana kita adaptif dan cepat mengambil momentum,” jelasnya.
Secara industri, sektor kelapa sawit nasional masih menunjukkan kekuatan sebagai penyumbang devisa negara. Sepanjang 2025, ekspor produk sawit Indonesia menembus lebih dari 25 juta ton dengan nilai mencapai USD 27,3 miliar, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, pasar domestik juga terus tumbuh. Kebutuhan dalam negeri meningkat menjadi 18,5 juta ton, didorong oleh sektor pangan, oleokimia, dan program biodiesel.
Di tengah kondisi tersebut, Andira Agro berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 25,26 persen, dari Rp196,74 miliar menjadi Rp246,43 miliar. Tak hanya itu, efisiensi yang dijalankan juga mampu memangkas kerugian bruto secara signifikan dari Rp11,96 miliar menjadi Rp3,55 miliar.
“Ini bukti bahwa strategi yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil nyata,” ujar Francis optimistis.
Lebih lanjut, rugi usaha Perseroan juga berhasil ditekan hingga 20,70 persen menjadi Rp27,52 miliar. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Andira Agro berada di jalur yang tepat dalam memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap.
Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi produksi. Public Expose 2026 ini, menurut manajemen, menjadi momentum penting untuk memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
“Kami optimistis, dengan strategi yang tepat dan disiplin eksekusi, Andira Agro mampu tumbuh berkelanjutan dan bersaing di pasar global,” tutup Francis.

