Kaltara, 5 Agustus 2025, KOMPASINDO.CO.ID – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) menunjukkan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengawal jalannya aksi damai yang digelar Aliansi Masyarakat Adat Asli Kaltara, Senin (4/8/2025). Aksi yang berlangsung di Kota Tanjung Selor ini berjalan tertib, lancar, dan penuh rasa saling menghormati antara aparat dan masyarakat.
Ribuan peserta aksi yang tergabung dari 28 organisasi kemasyarakatan dan lembaga adat se-Kalimantan Utara ini menyuarakan penolakan terhadap program transmigrasi dari luar daerah ke wilayah Kaltara. Aksi dimulai dari Kantor Gubernur Provinsi Kaltara dengan pengamanan Polresta Bulungan, kemudian dilanjutkan menuju Gedung DPRD Provinsi Kaltara dengan pengawalan langsung dari personel Polda Kaltara.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kaltara, H. Muddain, ST., menyatakan pihaknya sepakat dengan aspirasi masyarakat adat dan berjanji akan memperjuangkan tuntutan tersebut hingga ke tingkat pusat.
“Kami berkomitmen membawa isu ini ke DPR RI dan Kementerian Transmigrasi, serta berharap dapat diterima Presiden. DPRD mendukung penuh penolakan transmigrasi sesuai aspirasi masyarakat adat,” tegas H. Muddain.
Sebagai wujud kesepahaman, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan perjanjian dukungan oleh Wakil Ketua II DPRD, diikuti sesi foto bersama. Suasana hangat tercipta saat para peserta aksi berjabat tangan dengan aparat kepolisian dan anggota dewan, menegaskan semangat kolaborasi untuk kepentingan daerah.
Kapolda Kaltara mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap kondusif.
“Pengamanan aksi damai ini menjadi bukti bahwa Polri siap hadir dengan pendekatan humanis, sementara masyarakat menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi secara tertib,” ujarnya.
Aksi damai ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat keamanan, legislatif, dan masyarakat dapat menciptakan iklim demokrasi yang sehat, beradab, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

