Skip to content
KompasIndo
Menu
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu

Halo Robotics Hadirkan Unitree, DJI Dock 3 dan Fifish X1, Teknologi Robotika untuk Industri dan Kebencanaan

Posted on 12 September 2026

KOMPASINDO.CO.ID, Jakarta – PT Halo Indah Permai melalui brand Halo Robotics halorobotics.com memperkenalkan rangkaian teknologi robotika dan drone yang dirancang untuk mendukung kebutuhan industri, pertambangan, inspeksi hingga penanggulangan bencana di Indonesia. Teknologi tersebut diperlihatkan dalam ajang Adexco, The 5th Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference 2026 dan Mining Indonesia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 9–12 September 2026.

Kehadiran Halo Robotics di dua pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan teknologi yang tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga memanfaatkan sistem robotika, otomatisasi dan pengumpulan data untuk mendukung pekerjaan di berbagai kondisi operasional.

Tiga solusi utama yang ditampilkan adalah robot Unitree, DJI Dock 3 serta underwater ROV Fifish X1. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dan dapat digunakan pada lingkungan darat, udara maupun bawah air.

Managing Director PT Halo Indah Permai, Johannes Soekidi, mengatakan pihaknya membawa teknologi yang memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan pengguna di sektor industri maupun kebencanaan.

“Kehadiran kami kali ini pastinya untuk membawakan beberapa teknologi terbaru untuk industri Indonesia dan juga penanggulangan bencana di Indonesia,” ujar Johannes saat ditemui awak media di booth Halo Robotics, Rabu (9/9/2026).

Robotika Unitree menjadi salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada pengunjung. Halo Robotics menghadirkan robot quadruped atau berkaki empat serta robot humanoid yang dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan.

Pada sektor industri, robot quadruped dapat dimanfaatkan untuk membantu proses survei dan inspeksi di lingkungan kerja. Perangkat tersebut juga dapat dilengkapi dengan berbagai sensor sesuai kebutuhan pengguna.

Beberapa perangkat pendukung yang dapat dipasangkan antara lain sensor oksigen, sensor gas beracun, sensor metana, LiDAR, kamera resolusi tinggi dan kamera thermal. Dengan kombinasi tersebut, robot dapat membantu memperoleh data dari lokasi yang memiliki risiko bagi pekerja.

Baca Juga:  Wakil Presiden Komisaris PT Kertas Nusantara Indonesia Akan Kunjungi Kalimantan Timur untuk Peletakan Batu Pertama Pabrik Baja Senilai Rp6 Triliun

Potensi penerapannya antara lain berada di sektor pertambangan, pembangkit listrik, kelistrikan serta industri minyak dan gas.

“Kalau kita lihat di sini ada robot Unitree, ada tipe H2 dan juga G1 yang memang kita bawa untuk menunjukkan bahwa sekarang canggihnya teknologi robotika,” kata Johannes.

Pemanfaatan robot dalam pekerjaan inspeksi juga berkaitan dengan keselamatan kerja. Robot dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal di area yang sulit dijangkau atau memiliki potensi bahaya sehingga pekerja tidak harus selalu berada di lokasi tersebut.

Sistem robot juga dapat dikembangkan untuk menjalankan tugas secara rutin. Dengan pengaturan rute dan jadwal tertentu, robot dapat melakukan pemeriksaan berkala dan menghasilkan data yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan kondisi suatu area atau aset.

Konsep ini bahkan dapat diperluas dengan menggabungkan robot darat dan drone udara. Integrasi tersebut memungkinkan proses pengawasan dilakukan dari dua perspektif sekaligus, baik dari permukaan tanah maupun udara.

Selain robot quadruped, Halo Robotics menampilkan robot humanoid Unitree. Teknologi ini memiliki peluang penerapan pada bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, interaksi manusia dan robot hingga demonstrasi teknologi.

Robot humanoid juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi institusi pendidikan maupun pusat riset yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang robotika dan otomasi.

Sementara untuk kebutuhan pemantauan dari udara, Halo Robotics memperkenalkan DJI Dock 3. Sistem ini memungkinkan drone dioperasikan secara otomatis dengan misi yang dapat disusun dan dijalankan berdasarkan kebutuhan pengguna.

DJI Dock 3 dapat mendukung aktivitas monitoring dan inspeksi secara berkala. Dengan sistem yang lebih terstruktur, pengguna dapat melakukan pemantauan aset tanpa harus selalu melakukan penerbangan secara manual.

Teknologi tersebut relevan bagi industri yang memiliki wilayah operasional luas dan membutuhkan pengawasan secara rutin. Pertambangan, energi, minyak dan gas serta infrastruktur merupakan sejumlah sektor yang berpotensi memanfaatkan solusi tersebut.

Baca Juga:  PSMTI Jakarta Gelar Bakti Sosial Donor Darah & Pemeriksaan Kesehatan di WTC Mangga Dua, Kolaborasi Bersama Pemprov DKI, Kemenkes RI dan PMI

Data yang dikumpulkan melalui drone juga dapat dikombinasikan dengan perangkat lunak dan teknologi artificial intelligence atau AI. Pengolahan data ini dapat membantu pengguna memperoleh informasi yang lebih terstruktur untuk mendukung evaluasi kondisi aset dan pengambilan keputusan.

Untuk pekerjaan di bawah permukaan air, Halo Robotics menghadirkan Fifish X1. Underwater ROV ini dirancang untuk membantu kebutuhan inspeksi, survei, monitoring serta pencarian dan pertolongan di lingkungan perairan.

Fifish X1 memiliki kemampuan operasi hingga kedalaman 350 meter dan mampu membawa payload hingga 15 kilogram. Kemampuan tersebut memungkinkan perangkat digunakan pada area bawah air yang sulit dijangkau manusia secara langsung.

“Ini bisa digunakan untuk keperluan inspeksi aset dan juga pencarian dan pertolongan agar lebih mudah karena beratnya sekitar 30 kilogram dan dapat memudahkan operasi di perairan,” jelas Johannes.

Di sektor industri, underwater ROV dapat membantu pemeriksaan berbagai aset yang berada di bawah permukaan air. Penggunaannya dapat mendukung kebutuhan sektor pertambangan, minyak dan gas serta infrastruktur yang berada di lingkungan perairan.

Fifish X1 juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan melalui penggunaan sensor maupun perangkat pendukung. Dengan demikian, ROV dapat berfungsi sebagai alat bantu inspeksi sekaligus pengumpulan informasi mengenai kondisi lingkungan bawah air.

Dalam penanggulangan bencana, teknologi ROV dapat memberikan dukungan pada operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan. Tim di lapangan dapat memperoleh informasi kondisi bawah air tanpa harus langsung menempatkan personel pada area yang berisiko.

Menurut Johannes, kombinasi berbagai teknologi tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah solusi terpadu bagi sektor industri maupun penanganan bencana.

“Ini nanti akan menjadi satu kesatuan solusi yang dapat kita tawarkan untuk berbagai industri di pertambangan dan juga di penanggulangan bencana Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Robinson Napitupulu Tegaskan Komitmen SOKSI Jaga Warna Golkar dan Lawan Dominasi Oligarki

Halo Robotics sendiri mengembangkan portofolio yang mencakup berbagai teknologi, mulai dari drone udara, robotika darat, underwater ROV, sensor, perangkat lunak hingga sistem otomatisasi.

Melalui tiga teknologi yang ditampilkan di JIExpo Kemayoran, Halo Robotics memperlihatkan bagaimana robot dan drone dapat digunakan untuk menghadapi karakteristik pekerjaan yang berbeda. Robot Unitree beroperasi di darat, DJI Dock 3 mendukung pemantauan dari udara, sedangkan Fifish X1 membantu pekerjaan di bawah permukaan air.

Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan riset, survei, inspeksi aset, monitoring, keamanan hingga peningkatan keselamatan kerja dan dukungan operasi tanggap darurat.

“Kami membawa solusi yang lebih lengkap di hadapan para user dan juga pelaku usaha di pertambangan serta rekan-rekan yang bekerja dalam penanggulangan bencana, dengan harapan kami bisa memberikan peningkatan efisiensi dan juga keamanan kerja bagi rekan-rekan di lapangan,” tutur Johannes.

Keikutsertaan Halo Robotics dalam Adexco 2026 dan Mining Indonesia Expo 2026 memperlihatkan semakin luasnya peluang penggunaan robotika dan drone dalam industri Indonesia. Teknologi tersebut kini berkembang menjadi bagian dari sistem inspeksi, monitoring, otomatisasi dan keselamatan kerja.

Dengan mengintegrasikan robot darat, robot humanoid, drone otomatis, underwater ROV, sensor, AI dan sistem otomatisasi, Halo Robotics berupaya menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien sekaligus meningkatkan keamanan bagi personel di lapangan.

Pos Terbaru

  • Mayjen TNI dr. Hadi Juanda Ungkap Capaian Bakti Kesehatan TNI, 76.596 Peserta Terlayani
  • Munaslub AAI 2026 Sepakat Pilih Tjandra Sridjaja Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031
  • SANY Bukukan Pesanan Lebih dari 500 Unit Alat Berat di Mining Indonesia 2026
  • Prabowo Soroti Meriahnya HUT PAN ke-28, Singgung Soal Keuangan dan Pesan “Margo Ono”
  • Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat
  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 17 September 2026
  • Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
  • PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
  • Selamat Hari PMI 2026, Dr. Bonar P. Krisnanto: Setetes Kepedulian, Sejuta Harapan
  • Kasus Kekerasan Seksual Anak di Jaktim, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Seedbacklink
©2026 KompasIndo | Design: Newspaperly WordPress Theme