KOMPASINDO.CO.ID, JAKARTA, 4 Agustus 2026 – Peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026), mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari R. Mohammad Ardi Tomo, S.E., yang merupakan kerabat dekat almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Dalam wawancara singkat dengan awak media usai menghadiri acara peluncuran buku tersebut, R. Mohammad Ardi Tomo menyampaikan rasa bangga sekaligus harapannya agar pemikiran-pemikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dapat terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia.
Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda untuk memahami pentingnya membangun bangsa yang mandiri dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
“Harapan saya, peluncuran buku Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar meneladani pemikiran beliau. Indonesia harus menjadi bangsa yang benar-benar merdeka dengan berdiri di atas kaki sendiri,” ujar R. Mohammad Ardi Tomo.
Ia juga menilai bahwa gagasan-gagasan ekonomi dan kebangsaan yang diwariskan Prof. Dr. Soemitro masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini. Oleh karena itu, generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, perlu mempersiapkan diri dengan pengetahuan, semangat, dan optimisme agar mampu bersaing di era globalisasi.
“Kita harus mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi era globalisasi. Saya berharap nilai-nilai yang ada dalam buku ini dapat diterima dan dipahami oleh adik-adik mahasiswa serta generasi muda Indonesia,” katanya.
Di akhir wawancara, ia berpesan agar generasi penerus bangsa tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan, melainkan terus berjuang dan memandang masa depan dengan optimisme.
“Kita harus terus semangat, tidak boleh menyerah, dan terus menatap masa depan dengan hati yang optimistis. Itulah semangat yang perlu diwariskan kepada generasi muda Indonesia,” tutupnya.
